Ratih (30) saat diwawancarai wartawan di rutan Karimun, Jumat (6/4/2018)
Ratih (30) saat diwawancarai wartawan di rutan Karimun, Jumat (6/4/2018)

Karimun, Lendoot.com – Dituduh menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja, Ratih (30), ibu seorang anak yang masih berumur 3 tahun terpaksa mendekam di Rumah Tahanan (rutan) Tanjung Balai Karimun.

Ratih dituduh telah menggelapkan uang perusahaan milik pengusaha ternama di Karimun sebesar Rp 273 juta. Dari pemeriksaan, Ratih tidak mengakui adanya penggelapan uang dengan nilai uang yang dituduhkan.

Ratih menceritakan, awal kejadian adanya tuduhan dirinya menggelapkan uang perusahaan bermula pada 10 Februari 2018 siang. Saat itu ia ditelpon salah satu supervisor tempat ia bekerja bernama Sandi yang mempertanyakan tentang masalah tagihan dan menyuruhnya datang ke kantor.

Selang sepuluh menit usai dipanggil managemen di tempat ia bekerja, sekira pukul 12.30 WIB, Polisi langsung tiba di kantornya dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap Ratih, kemudian selang 5 jam dirinya langsung digiring ke polsek Tebing.

Ratih mengaku langsung diperiksa kembali dan menunjukkan berbagai bukti yang diadukan oleh pengusaha tersebut, namun dirinya tetap membantah tidak melakukan perbuatan tersebut.

Besok harinya pemeriksaan dilakukan kembali, dirinya merasa semakin bingung karena penyidik terus melakukan desakan terkait yang dituduhkan, namun dalam pemeriksaan ini nilainya langsung turun fantastis menjadi Rp16 juta.

“Saya sudah tidak sanggup lagi pak, apapun yang disampaikan saya ia kan saja. Soalnya apapun yang saya sampaikan sepertinya tidak ada gunanya. Saya jawab lupa polisi bilang kok lupa, saya terangkan tidak diterima,” ucap Ratih kepada Lendoot.com, Jumat (6/4/2017).

“Saya harus bagaimana pak, begitu ada kejadian ini polisi sudah langsung ada dan saya tidak ada kesempatan untuk menjelaskan,” katanya sambil meneteskan air mata.

Ratih mengaku pasrah akan nasip yang menimpanya. Dirinya hanya berharap agar mendapat keadilan dari para penegak hukum, karena ia menyadari orang tidak mampu seperti dirinya tidak akan sanggup melakukan perlawanan karena disadari orang yang melaporkannya merupakan salah satu pengusaha terbesar di Kabupaten Karimun

“Saya memang berharap keadilan ada, tapi waktu saya di periksa di kantor tempat bekerja, bos saya sudah mengancam saya “Kamu mau dilaporkan di mana? kamu tinggal pilih” kata Ratih menirukan ucapan pengusaha tersebut. (ian)