Kepala dan Bendahara Puskesmas Moro saat berada di ruang tunggu Rutan Karimun sore tadi
Kepala dan Bendahara Puskesmas Moro saat berada di ruang tunggu Rutan Karimun sore tadi (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kejaksaan Negeri Cabang (Kacabjari) Moro, Kabupaten Karimun menetapkan Riduan kepala dan Ade Aguswarman bendahara Puskesmas Moro jadi tersangka korupsi, Rabu (18/10/2017) sekira pukul 11.00 WIB.

Keduanya diduga melakukan korupsi dana Kapitasi bergulir dari BPJS anggaran tahun 2015 hingga 2016 dengan total pagu anggaran sebesar Rp 1 Miliyar 234 Juta, diperkirakan kerugian negara sekitar Rp 466 Juta.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya langsung dititipkan ke Rutan Tanjungbalai Karimun, sebelum nantinya dipindahkan ke Lapas khusus korupsi di Tanjungpinang.

“Setelah melakukan penyelidikan serta meminta keterangan dari para saksi sejak Mei hingga Maret 2017. Kita hari ini resmi menetapkan kepala dan bendahara Puskesmas Moro sebagai tersangka dalam kasus dana kapitasi dari BPJS untuk Puskesmas Moro,” kata Kacabjari Moro, Edi Sutomo, Rabu (18/10/2017) sore.

Adapun modus yang dilakukan kedua tersangka yakni, dari setiap dana kapitasi yang bergulir dari BPJS untuk Puskesmas Moro yang dananya setiap bulan 50 Juta hingga 55 Juta diselewengkan untuk pembelian obat, Atekal dan dana lainnya.

“Bukti itu dikuatkan dengan Apotik 24 di Batam, semua invoice (tagihan) palsu,” ucap Edi Sutomo. (ian)