Barang bukti pil ekstasi yang diamankan dari pelaku
Barang bukti pil ekstasi yang diamankan dari pelaku (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Satresnarkoba Polres Karimun mengamankan empat orang warga Karimun inisial DH (29), SD (38), AN (48), MM (36) dan satu orang WNA asal Malaysia berinisial MA (37). Kelima orang tersebut diamankan karena diduga memiliki narkotika jenis shabu dan extacy.

Kasatnarkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madya Tias mengatakan, penangkapan kelima orang tersebut berawal dari diamankannya seorang perantara jual beli narkotika jenis shabu berinisial DH pada Selasa (19/9/2017) yang lebih dulu diamankan, selanjutnya pada saat di TKP dan interogasi, datang seorang pria inisial SD dan langsung diamankan.

“Kelimanya kita amankan berawal dari penangkapan terhadap DH yang menurut pengakuannya bahwa Ia adalah seorang perantara jual beli narkotika jenis shabu,” kata Kasatnarkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madya Tias, Jumat (22/9/2017).

Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap SD telah memesan dan membayar narkotika diduga jenis shabu dengan harga Rp 2 Juta. Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut, SD yang sudah memesan dan memberikan uang untuk pembelian narkotika diduga jenis shabu kepada AN.

“Kemudian kita lakukan penangkapan terhadap AN, namun pada saat diamankan AN sempat melarikan diri dan membuat barang bukti di depan parkiran hotel Maxi Million, tapi anggota berhasil menangkap AN dan mengamankan barang bukti yang dibuang,” ucap Nendra.

Sementara menurut pengakuan dari AN, Ia mendapat barang bukti tersebut dari seorang berinisial MM yang diamankan bersama AN, hasil dari interogasi terhadap MM masih menyimpan barang bukti berupa ekstasi di rumahnya yang berada di pulau Parit, Kecamatan Karimun.

“Selanjutnya anggota menuju rumah MM dan menemukan barang bukti 1 buah kotak rokok yang berisi 1 bungkus narkotika diduga jenis ekstasi sebanyak 25 butir. Ia mengakui barang tersebut diperoleh dari seorang WNA Malaysia berinisial MA yang tinggal di Bukit Sidomulyo,” ungkap Nendra.

Nendra menambahkan, untuk WNA Malaysia diduga sebagai bandarnya karena berdasarkan hasil keterangan para kakinya barang tersebut diperoleh dari MA. Selain diamankan karena terlibat tindak pidana narkotika.

“Dugaan kita MA adalah bandar, karena dari keterangan kakinya barang dari dia. Selain diamankan karena tindak pidana narkotika MA juga masuk ke Indonesia tanpa dokumen resmi,” kata Nendra.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni, dari DH diamankan 1 unit HP merk Asus, dari AN diamankan 1 paket sedang narkotika diduga jenis shabu dengan berat kotor 5,08 gram, 1 unit HP merk nokia, uang tunai sebanyak Rp 2 Juta dan 1 unit boat pancung.

Dari MM diamankan barang bukti berupa 1 bungkus pil ekstasi warna biru sebanyak 25 butir, 1 bungkus pil ekstasi warna merah Jambu dengan Logo “Hello Kitty” sebanyak 25 butir, 1 bungkus Teh kecil warna hijau, 1 bungkus Kopi kecil warna merah, 1 buah Kotak rokok, 1 unit HP merk Icherry, dari SD diamankan, 1 unit HP merk Bellphone dan 1 unit HP merk Samsung, sedangkan dari WNA Malaysia diamankan 1 unit HP merk Lenovo. (ian)