Suasana jual beli sembako dan sayuran di Pasar Puan Maimun, beberapa waktu lalu.
Suasana jual beli sembako dan sayuran di Pasar Puan Maimun, beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Para distributor sembako di Karimun mengeluhkan beberapa hal yang menjadi kendala mereka untuk menghadapi puasa Ramadan dan lebaran Idul Fitri tahun 2017 kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq. Keluhan tersebut disampaikan saat rapat bersama distributor sembako beberapa hari lalu di rumah dinas Bupati Karimun.

Adapun yang menjadi keluhan para distributor yakni, masalah angkutan sembako yang selama ini menggunakan kapal penumpang pihak kapal dinilai terlalu tinggi untuk meletakkan harga yang dibawa dari Batam. Kedua adalah adanya ketersediaan kapal khusus sembako yang disediakan oleh Pemda Karimun.

Menjawab keluhan tersebut, pengangkutan sembako menggunakan kapal penumpang, Rafiq akan berkoordinasi dengan INSA (Indonesian National Ship Association) Karimun. Selain itu Rafiq meminta agar pihak kapal memiliki standar mengenai ongkos barang, terutama sembako.

“Ini barang-barang yang tidak melalui kapal kargo tapi melalui kapal fery. Hendaknya memiliki standar ongkos dan jangan sesuka hati. Contohnya satu paket atau satu dus atau satu karung harganya berapa, tapi jangan tinggi. Kita akan coba koordinasi dengan INSA mengenai ongkos kapal,” kata Rafiq beberapa hari lalu.

Sementara terkait permintaan para distributor untuk ketersediaan kapal khusus sembako yang disediakan oleh Pemda Karimun. Rafiq tidak bisa menyetujui karena harus membahasnya terlebih dahulu dengan instansi terkait lain.

“Selanjutnya distributor meminta kerjasama kapal sembako dapat tersedia sehingga barang lancar. Ini yang belum bisa kita jawab karena jika melalui subsidi pemerintah, maka kita kan harus menganggarkan dulu di dalam APBD,” jelasnya.

Beberapa komoditi khusus, terutama dari Kota Batam, memang diangkut oleh distributor menggunakan kapal penumpang. Jadi berdasarkan laporan dari distributor tersebut, diketahui pihak kapal penumpang meletakan ongkos yang cukup tinggi terhadap barang. Dengan tingginya ongkos angkutan, maka otomatis harga barang juga akan menjadi tinggi.

“Jadinya yang akan diberatkan nanti adalah konsumen juga,” ucap Rafiq. (ian)