Kawasan Jalan Haji Arab Puakang yang kini dijadikan sebagai pasar kaget dianggap pemerintah daereah tidak sesuai fungsinya. (ian)
Kawasan Jalan Haji Arab Puakang yang kini dijadikan sebagai pasar kaget dianggap pemerintah daereah tidak sesuai fungsinya. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Semrawutnya Jalan Haji Arab Puakang Kelurahan Sei Lakam Timur Kecamatan Karimun yang kini menjadi pasar kaget, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurut aturan, kawasan tersebut bukanlah peruntukkan kawasan pasar, melainkan untuk pemukiman warga. Bahkan badan jalan yang digunakan untuk bertransaksi juga jalan untuk kepentingan masyarakat umum lainnya.

Atas kondisi tersebut, Dinas Perdagangan Perindustrian melalui Kepala Bidang Perdagangan Muhd Fadhlahsyah meminta kesadaran para pedagang di dalanya. Fadhlah meminta agar pedagan tidak lagi beraktivitas jual beli di kawasan tersebut karena pasar sudah disediakan pemerintah daerah, khususnya Pasar Puan Maimun, yang tak jauh dari pasar kaget tersebut.

“Kita imbau kepada pedagang agar memahami dan menyadari kalau kawasan itu fungsinya bukan untuk pasar,” katanya melalui Lendoot.com yang ditujukkan kepada para pedagang di kawasan tersebut, siang tadi.

Dengan area pemukiman warga dan jalan umum yang dijadikan area transaksi jual beli, maka dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Fadhlah menyebut, dampak itu di antaranya; kawasan menjadi kumuh atau merusak keindahan kota, menganggu kenyamanan arus lalulintas dan pengguna jalan, serta keindahan dan kebersihan kota menjadi terganggu.

Imbauan kepada pedagang itu sebagai salah satu langkah memberikan ruang gerak pedagang agar tidak lagi meneruskan berdagang di kawasan tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan menyurati pedagang di kawasan tersebut dalam bentuk pemahaman tentang fungsi kawasan tersebut.

“Selanjutnya, setelah itu dalam rencana kerja pemerintah daerah dalam waktu dekat ini kita akan menggelar rapat internal. Disperindag, Satpol PP, Camat dan Lurah setempat untuk mengambil langkah selanjutnya atas kondisi itu,” kata Fadhlah.

Dari pantauan Lendoot.com, Jalan Haji Arab Puakang kini tak lagi hanya diisi pedagang dari pemilik rumah yang memang mengawali berdagang di kawasan tersebut, melainkan para pedagang lain yang sebenarnya sudah memiliki lapak atau kios di Pasar Puan Maimun.

“Kita sudah mendata secara diam-diam, ternyata yang dagang di situ kebanyakan juga pedagang di Pasar Puan Maimun,” kata seorang pegawai Disperindag lainnya mengenai para pedagang di Jalan Haji Arab tersebut.

Selain terlihat kumuh, adanya pasar kaget tersebut juga sangat mengganggu kenyaman pengendara yang melintas di jalan tersebut, mengingat pedagang dan pembeli bertransaksi hingga ke badan jalan. (sjs)