Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli (ian)

Karimun, Lendoot.com – Setelah sebelumnya garam mengalami kelangkaan secara nasional hingga merembet ke Karimun, saat ini ketersediaan garam di Karimun sudah mencukupi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli.

“Baru-baru ini garam sudah masuk empat ton. Jadi tidak ada masalah,” kata Yosli saat dikonfirmasi mengenai ketersedian garam di Karimun oleh Lendoot.com, Selasa (8/7/2017) kemarin.

Selain garam, Yosli mengatakan untuk ketersediaan bahan pokok lain seperti beras juga cukup. Beras dengan jenis premium dan medium dengan total 500 ton dari Jawa juga telah masuk. Saat ini beras tersebut sudah berada di gudang bulog, pelabuhan Parit Rempak.

Oleh karena itu mantan Kabag Humas Pemkab Karimun itu mengimbau para distributor yang ingin membeli beras agar datang langsung ke bulog. Ia juga menyebutkan jika ada kelangkaan beras di Karimun maka hal tersebut tidak benar.

“Meski bukan daerah penghasil tapi kelangkaan untuk beras tidak ada. Anggota juga melakukan pemantauan setiap hari. Hanya kemarin kalau kelangkaan garam, iya,” ucap Yosli.

Dia menambahkan, mengenai harga barang pokok juga tidak mengalami kenaikan. Begitu juga dengan beberapa bahan dapur yang mengalami kenaikan harga sama sekali tidak mengganggu kebutuan masayarakat.

“Yang naik paling telur sekitar Rp 100. Cabe keriting yang beberapa minggu lalu Rp 35.000 sekarang naik jadi Rp 42.000 perkilogramnya. Tapi ini tidak menggangu karena bisa diganti dengan cabe yang lain,” ujarnya. (ian)