Karimun, Lendoot.com – Disebut Bawaslu Karimun ceroboh menetapkan diri Andi Kusuma sebagai tersangka tindak pidana Pemilu, dibantah Ketua Bawaslu Karimun, Nur Hidayat.

Pernyataan Andi Kusuma, Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Kepri yang dimuat di salah satu media online tersebut sangat disayangkan. Alasannya, ini bisa membuat publik beranggapan Bawaslu Karimun tidak profesional dalam menangani temuan dan laporan dugaan palanggaran Pemilu.

“Dengan pernyataan seperti itu, tentu berdampak terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat dan mencoreng nama baik lembaga Bawaslu Karimun,” kata pria yang kerap disapa Dayat melalui rilis yang dikirim ke redaksi lendoot.com, siang tadi.

Dayat juga mengatakan pernyataan Andi Kusuma tersebut tidak berdasar. Temuan  dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu yang diduga dilakukan Andi Kusuma dari awal sudah diproses di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Karimun. Gakumdu terdiri dari tiga unsur yakni; Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan Kabupaten Karimun.

“Dan bukan ditangani Bawaslu Karimun sendiri,” tegasnya.

Terkait penetapan tersangka kepada Andi Kusuma. Hal itu juga dilakukan pada tahap penyidikan oleh Kepolisian yang tergabung dalam Gakkumdu Bawaslu Karimun.

“Perkara ini merupakan temuan Panwaslu Kecataman Kami jadi posisi kami sebagai pelapor dan tidak punya kapasitas dan kewenangan  untuk menentapkan seseorang (terlapor) menjadi tersangka,” jelasnya.

Proses penanganan perkara ini, tambahnya, sudah melalui mekanisme dan alur yang diatur dalam Peraturan Perundang-undangan Pemilu. Penanganan di unsur Bawaslu sendiri dimulai dari menemukan, kemudian seletah diregister dibahas pada pembahasan pertama di Gakkumdu bersama Kepolisian dan Kejaksaan.

“Kemudian ke-3 unsur ini menyepakati terpenuhinya syarat formil dan materil. Kemudian kami melanjutkan dengan melakukan pemanggilan terlapor dan saksi-aksi untuk dilakukan klarifikasi yang didampingi langsung oleh anggota Gakkumdu dari unsur kepolisan dan kejaksaan negeri Karimun,” paparnya.

Setelah selesai semuanya masuk pada pembahasan ke-2, yakni membahas tentang kelanjutan perkara ini sudah memenuhi bukti-bukti dan unsur pasal yang disangkakan.

“Termasuk dugaan tindak pidana Pemilu atau tidak,  kemudian semuanya menyapakati Andi Kusuma diduga melakukan Tindak Pidana Pemilu,” tegasnya.

Andi Kusuma diduga melakukan tindak pidana Pemilu pada kegiatan Turnamen Bola Volly Perindo Cup di Kampung Baru Desa Selat Mie Kecamatan Moro, beberap pekan lalu.

Sementara itu, pihak Andi Kusuma yang coba dikonfirmasi Lendoot.com, belum dapat memberikan jawabannya. (muhdsarih)