Karimun, Lendoot.com – Puskesmas Tanjungbalai Karimun bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karimun melakukan evaluasi tindak lanjut hasil MR, Kamis (4/10/2018).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, hal ini dilakukan karena kecilnya hasil persentase yang dilakukan Puskesmas Tanjungbalai Karimun bulan kedua akhir September 2018 lalu.

“Kami mencoba mengevaluasi di setiap puskesmas khususnya di Puskesmas Tanjungbalai Karimun ini paling kecil. Dimana dari 45 persen cakupan untuk wilayah Kabupaten Karimun puskesmas balai baru 30 persen,” katanya.

Rachmadi menjelaskan, kurangnya persentase tersebut dikarenakan adanya isu halal haramnya sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang memang tidak setuju dengan kampanye vaksin MR.

“Hal ini di faktorkan karena adanya isu halal haram dari vaksin MR tersebut sehingga dimanfaatkan oleh anak-anak dengan alasan orang tuanya tidak memperbolehkan vaksin,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam evaluasi ini mereka mendatangkan pokja termasuk sekolah-sekolah yang keberatan untuk melakukan vaksinasi serta sekolah yang beralasan dengan isu halal haram tersebut.

Dalam hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karimun, Kholif Irda Rifai menyambut baik serta mendukung kampanye vaksin MR tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan dari Fatwa MUI Pusat tentang vaksinasi MR bahwa hukumnya darurat maka diperbolehkan.

“Karena belum ada vaksin lain pengganti yang spadan atau lebih baik dari Vaksin MR ini. Oleh karena itu dalam prosesnya vaksin ini bersentuhan ataupun bersinggungan dengan beberapa hal yang diharamkan karena darurat maka diperbolehkan,” kata Kholif. (Riandi)