Dua unit mobil perusahaan PT ADS yang diduga dirampas oleh para pelaku diamankan di Mapolres Karimun
Dua unit mobil perusahaan PT ADS yang diduga dirampas oleh para pelaku diamankan di Mapolres Karimun (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Satu wanita asal Karimun Sp dan empat pria asal Kota Batam berinisial Bu, Ja, Ro, dan St diamankan Satreskrim Polres Karimun. Kelima orang ini ditangkap karena diduga melakukan perampasan dua mobil operasional milik PT ADS.

PT ADS merupakan perusahaan subcon bidang perumahan karyawan PT Saipem Indonesia Karimun Branch di awal tahun 2017. Tindakan tersebut mereka lakukan berawal dari adanya kontrak kerjasama antara Sp dan Bu dengan PT ADS. Namun setelah delapan bulan bekerjasama, tepatnya hingga bulan Agustus, Sp dan Bu tidak menerima pembayaran dengan total mencapai Rp 550 juta.

“Karena tidak ada kejelasan perihal pembayaran, Sp dan Budi beserta tiga rekannya mendatangi kantor PT ADS di Kota Batam. Mereka yang tidak dapat menjumpai pimpinan perusahaan kemudian menyita ratusan kunci duplikat rumah karyawan dan satu mobil Inova milik PT ADS,” jelas Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Selasa (24/10/2017).

“Selanjutnya pada Jumat (15/9/2017), SP, Bu beserta tiga rekannya yang lain kembali mendatangi PT ADS dan melakukan perampasan satu unit mobil Hilux. Penyitaan tersebut mereka lakukan dengan alasan sebagai jaminan pembayaran hutang PT ADS,” lanjut Lulik.

Atas kejadian tersebut, pihak PT ADS membuat laporan tindak perampasan dan pencurian ke Polres Karimun. Mendapatkan laporan tersebut, aparat kepolisian melakukan penangkapan terhadap Sp. Selanjutnya, polisi mengamankan empat pelaku lainnya. Sementara dua mobil milik PT ADS disita polisi dari rumah ornagtua Sp di kawasan Kecamatan Tebing dengan disaksikan oleh perangkat RT setempat.

“Kelima tersangka dan barang bukti sudah kita amankan. Namun saat ini yang sedang ditahan tiga tersangka Sp, Ro dan St. Untuk Ja kita tangguhkan karena dalam perawatan akibat mengalami kecelakaan lalulintas di Batam. Sedangkan Bu sedang menjalani operasi di Batam. Selain ada orngtua mereka yang menjamin kita tetap pantau mereka,” ucap Lulik.

Akibat perbuatannya, kelima pelaku dikenakan Pasal 368 KUHP tentang prampasan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan mengenai pembayaran antara PT ADS dan para pelaku menurut Lulik merupakan kasus perdata karena perihal hutang piutang. (ian)