Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari (tengah) menunjukkan paspor WNA yang diamankan
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari (tengah) menunjukkan paspor WNA yang diamankan (ian)

Karimun, Lendoot.com – Terhitung sejak Februari hingga Juli 2017, kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun telah menolak sebanyak 257 permohonan paspor baru yang terindikasi akan bekerja sebagai TKI Ilegal.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh kepala Kantor Imingrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari melalui Kasubsi Lantaskim, Defi Rajasa, Rabu (16/8/2017) kemarin.

“Dari Februari sampai Juli tahun 2017, kita sudah melakukan penolakan pada 257 pemohon paspor baru. Penolakan tersebut karena mereka terindikasi akan bekerja sebagai TKI Ilegal,” kata Kasubsi Lantaskim, Defi Rajasa.

Defi Rajasa menjelaskan, untuk Februari ada 12 pemohon paspor yang terindikasi akan bekerja sebagai TKI Ilegal, Maret ada 43, April 44, Mei 73, Juni 25 dan Juli ada 60 pemohon.

“Pemohon paspor yang paling banyak kita tolak terjadi pada Mei ada 73 orang dan Juli sebanyak 60 orang,” jelas Defi.

Defi menuturkan, kepada 257 pemohon paspor yang ditolak terindikasi akan bekerja sebagai TKI Ilegal, setelah pihaknya menemukan hasil dari wawancara dan adanya indikasi yang tidak memenuhi prosedural sesuai ketentuan untuk bekerja.

“Kita dapat mengindikasikan mereka berdasarkan pengakuan mereka sendiri saat sesi wawancara. Ada juga yang memang tidak memenuhi prosedural,” ujarnya. (ian)