Korban sedang dievakuasi warga usai terjatuh di tangga dermaga Pelabuhan Buru yang ambruk, kejadiannya dua yang hari lalu. (fitra/lendoot)
Korban sedang dievakuasi warga usai terjatuh di tangga dermaga Pelabuhan Buru yang ambruk, kejadiannya dua yang hari lalu. (fitra/lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Tangga dermaga di Kecamatan Buru  yang ambruk yang menyebabkan empat warga terluka, beberapa hari lalu ternyata dibangun sejak 12 tahun yang lalu.

Camat Buru, Hasan Hidayat yang dijumpai Lendoot.com siang tadi menjelaskan bahwa tidak dibangunnya lagi dermaga pelabuhan yang sudah berusia 12 tahun tersebut karena atas kemauan masyarakat di sekitarnya.

“Dermaga itu sudah 12 tahun. Waktu Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan), itu sudah kita tawarkan untuk dibangun sebagai dermaga, tetapi warga menolaknya. Lalu pembangunan dermaga yang baru ada di Busung,” jelas Hasan Hidayat.

Saat Musrenbang akhirnya diputuskan, aktivitas pelabuhan penumpang yang ada di Pulau Buru dipusatkan di Busung. Sementara yang di Buru menjadi pelabuhan milik masyarakat atau perseorangan.

“Ke depan, yang di Busung akan pemerintah dareah akan meningkatkannya lagi. Seluruh aktivitas turun naik penumpang kapal akan di Busung. Sementara yang di Buru akan dijadikan pelabuhan bongkar muatnya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian ambruknya dermaga di bagian tangga Pelabuhan Buru, Senin (19/12/2016) sekitar pukul 09.30 WIB. Sontak kejadian ini membuat warga di sekitar pelabuhan, heboh.

Peristiwa ini terjadi ketika empat orang penumpang (dua perempuan dewasa  dan dua laki-laki dewasa) turun dari kapal. Saat menginjakkan kakinya ke tangga hendak naik ke dermaga, tangga setinggi sekitar 2,5 meter itu ambruk.

Empat orang yang sudah menaiki tangga yang ambruk tersebut ikut terjerembab ke dalam laut. Empat penumpang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh dan kepala. (sjs)