Ribuan Mahasiswa/i Umrah melakukan unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Kampus Umrah, Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Ribuan Mahasiswa/i Umrah melakukan unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Kampus Umrah, Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Tanjungpinang, Lendoot.com – Unjuk rasa ribuan mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di depan Gedung Rektorat Kampus Umrah, Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018) berakhir ricuh.

Para mahasiswa tersebut kembali membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pejabat rektorat Umrah, salah satunya menolak permintaan maaf Rektor Umrah yang dimuat di salah satu media nasional yang terbit pada 18 Februari 2018 lalu.

Selain isi tuntutan itu dan jumlah yang diperkirakan sebanyak separuh mahasiswa di kampus itu meminta pihak Rektorat Umrah untuk menyampaikan rencana kerja dan juga program penggunaan anggaran kementerian negara/lembaga. Alasan penolak itu dikarenakan rektor Umrah hanya meminta maaf kepada mahasiswa baru, dan rektor Umrah terkesan menyudutkan media terkait pemberitaan kondisi Umrah saat ini.

Permintaan tersebut dikarenakan Rektorat Umrah dinilai telah melanggar aturan yang ada karena pihak Umrah tidak melaporkan rencana kerja dan penggunaan anggaran kementerian negara/lembaga tersebut.

Selain itu, mahasiswa meminta pihak Rektorat Umrah membuka daftar isi penggunaan anggaran kepada publik khususnya masyarakat di Kepulauan Riau. Para mahasiswa juga mengutuk oknum-oknum dosen yang mengintervensi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada pihak Rektorat Umrah.

Terakhir, mahasiswa meminta Rektor Umrah yang saat ini menjabat agar mundur dari jabatannya apabila tuntutan ini tidak dipenuhi. (KMG)

 

Sumber : Batamclick.com

Foto : Batamclick.com