Aksi Doris saat menghibur seorang anak kecil di Karimun
Aksi Doris saat menghibur seorang anak kecil di Karimun (Riandi)

Karimun, Lendoot.com – Dori Aknatius, pria kelahiran Bukittinggi 10 Oktober 1990 rela berkostum badut demi menyambung hidupnya karena himpitan ekonomi.

Mengingat susahnya lapangan pekerjaan sekarang ini. Berkostum badut jenis boneka kucing dengan diiringi musik melalui tape sandangnya pun terpaksa ia lakukan.

“Pekerjaan ini terpaksa saya lakukan bang demi menyambung hidup, apalagi sekarang susah mencari pekerjaan yang hanya tamatan SMA seperti saya ini,” ujar Dori saat di wawancarai Lendoot.com, Selasa (19/3/2019).

Dori yang berdomisili di Kota Batam ini sering mengamen di luar daerah seperti Karimun, Tg Pinang dan Uban berkeliling dimana tempat banyaknya masyarakat berkumpul, seperti pasar, angkringan, kedai-kedai, dengan berpakaian badut.

“Selain di Batam saya juga sering ngamen keliling seperti Karimun, Pinang dan di Uban juga,” katanya.

Sebelum menjadi pengamen badut, Doris terbilang sangat pekerja keras, ia telah banyak menggeluti pekerjaan mulai dari menjadi kuli bangunan, berdagang hingga menjadi supir sudah dijalani.

Dia menceritakan, saat bekerja sebagai sopir, dirinya pernah hampir dua kali menjadi korban perampokan saat melintasi jalur lintas Sumatra beberapa tahun yang lalu.

“Dulu saya pernah coba bekerja sebagai supir juga, tapi tidak kuatlah, karena leher saya dua kali pernah diancam perampok dengan menempelkan samurai di leher saya,” ujarnya.

Dori mengaku bahwa, dirinya telah fokus menikmati profesinya sebagai pengamen badut, atau sering disebut dengan istilah ngondel. Dalam sehari ia bisa menghasilkan keuntungan mencapai 200 hingga 250.

Ngondel merupakan istilah lain bagi orang-orang yang bekerja sebagai pengamen badut. Dengan menggunakan kostum bermacam-macam jenis kostum badut. (Riandi)