Pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Karimun di ball room hotel Aston Karimun pagi tadi
Pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Karimun di ball room hotel Aston Karimun pagi tadi (ian)

Karimun, Lendoot.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karimun, melucurkan delapan motif batik. Peluncuran ini disejalankan dengan pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Karimun periode 2016-2021, di ball room hotel Aston Karimun, Jumat (13/10/2017).

Ketua Dekranasda Provinsi Kepri, Noor Lizah Nurdin yang ikut hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, para pengurus Dekranasda Kabupaten harus dapat mengembangkan kerajinan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu Dekranasda Karimun juga harus mampu melakukan promosi produk, memfasilitasi pengrajin di bidang hukum, seperti hak cipta serta mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan budaya.

“Memang mengembangkan Deskranasda bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya sebatas duduk dan jalan-jalan, tapi betul-betul mengembangkan kerajinan masyarakat dan dapat bersaing untuk memajukannya. Saya berharap Dekranasda Karimun bisa bersinergi dengan Dekranasda Provinsi sehingga masyarakat pengrajin kita dapat maju,” ujar istri Gubernur Kepri, Nurdin basirun itu

Sementara itu, ketua Dekranasda Periode 2016-2021 Kabupaten Karimun, Raja Azmah Aunur Rafiq menyebut mengenai pencetakan akan dilakukan di luar Karimun, karena mengingat besarnya biaya produksi. Namun untuk ke depannya, lanjut Raja Azmah, Dekranasda akan menggandeng para pengrajin batik yang ada di Karimun.

“Kalau ada juga pengrajin batik di sini kami juga mau bekerjasama. Tapi karena saya baru, saya belum mengenal siapa-siapa pengrajin batik yang ada di Karimun. Namun seiring berjalan waktu insha Allah kita akan saling bersinergi dalam mengembangkan batik di Karimun,” ucapnya.

Selain produk batik, Raja Azmah juga menyampaikan bahwa, Dekranasda Karimun juga akan mengembangkan perekonomian, terutama hasil produksi UKM yang ada. Karena itu Ia berharap seluruh pihak terkait agar dapat bersinergi dengan Dekranasda dalam pemasaran produk-produk masyarakat.

“Namun untuk sekarang mengenai tempat kita belum maksimal. Jadi kita mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat mendukung,” pintanya.

Adapun kedelapan motif batik tersebut yakni, daun sukun, udang galah beriring, jong sri gelam, ikan kurau, pokok sagu berayun, tampuk manggis sirih raja, tampuk manggis bunga melur dan wajik tersamar. Setiap motif memiliki makna yang dalam serta berciri khas tersendiri. (ian)