Advetorial
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam menjadi momentum penting bagi Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah. Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena utama di Desa Tulang, Sabtu (30/05/2026), ia memaparkan visi besar pembangunan Pulau Tulang sebagai kawasan pariwisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu.
Bupati menegaskan, arah pembangunan infrastruktur daerah harus berjalan selaras dengan pelestarian identitas budaya serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, MTQ merupakan pilar penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang lekat dengan nafas Islam.
“MTQ ini adalah identitas kita. Melalui syiar Islam, kita memperbaiki akhlak generasi muda dan memastikan nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Masyarakat saat menyaksikan pembukaan MTQ di Kecamatan Selat Gelam, tadi malam. (ft kominfokarimun)
Menolak Lupa Akar Budaya di Era Modernisasi
Bupati Iskandarsyah menggarisbawahi bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun sangat terbuka terhadap modernisasi dan perkembangan zaman. Kendati demikian, kemajuan fisik tidak boleh mengorbankan akar budaya yang diwariskan para leluhur.
Menjaga Marwah Melayu: Semangat menjaga marwah sebagaimana petuah Laksamana Hang Tuah harus tetap hidup, terutama di dada generasi muda.
Prestasi Bahasa Ibu: Komitmen kultural Karimun telah terbukti di tingkat nasional lewat raihan penghargaan dari Menteri Kebudayaan atas keberhasilan mempertahankan bahasa ibu.
Cetak Biru Pulau Tulang: Destinasi Wisata dan Pembangunan Pelabuhan 2027
Terkait sektor pariwisata, Bupati mengungkapkan bahwa Pulau Tulang memiliki keunggulan komparatif. Kawasan ini tidak sekadar menawarkan keindahan alam, melainkan menyimpan rekam jejak sejarah peradaban Melayu yang kuat.
Cetak biru pengembangan Pulau Tulang kini telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Guna mengurai kendala aksesibilitas yang selama ini bergantung pada pasang surut air laut, Pemkab Karimun menjadwalkan proyek infrastruktur strategis.
“Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pembangunan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah,” jelas Bupati.
Bupati Karimun saat mewisuda santri disejalankan kegiatan MTQ Kecamatan Selat Gelam, malam tadi. (ft kominfokarimun)
Simpul Penggerak Ekonomi Baru
Pengembangan Pulau Tulang diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di Kecamatan Selat Gelam.
“Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarahnya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, gelaran MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tahun ini diikuti oleh kafilah dari Desa Selat Gelam, Desa Parit, dan Desa Tulang yang bertindak sebagai tuan rumah. Selain menjadi wadah penyaringan qari dan qariah terbaik, agenda tahunan ini sukses menjadi sarana mempererat silaturahmi warga pesisir Karimun. (**)
Narasi dan foto-foto: Diskominfo Kabupaten Karimun