Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Natuna dengan memantau langsung mobilitas pesawat OMC jenis Thrush S2R-T34 milik BNPB, Selasa (31/3/2026).
Pemantauan dilakukan di Lanud RSA Natuna bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna H. Boy Wijanarko Varianto, S.E., serta Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata TNI AU dalam membantu pemerintah daerah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan yang berpotensi terjadi akibat musim kemarau.
Sebelum pelaksanaan operasi, jajaran terkait menggelar rapat koordinasi di Posko Udara Base Ops Lanud RSA. Rapat tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait guna menyatukan langkah dalam menghadapi potensi bencana.
Dalam rapat, Sekda Natuna bersama peserta membahas langkah-langkah strategis, mulai dari kesiapan personel, dukungan logistik, hingga pola pelaksanaan operasi modifikasi cuaca yang efektif dan tepat sasaran.
Danlanud RSA menegaskan bahwa kesiapan operasional menjadi kunci utama keberhasilan OMC, terutama dalam merespons cepat potensi titik api dan kondisi cuaca ekstrem di wilayah Natuna.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata dalam pencegahan karhutla,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara TNI AU, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas wilayah serta meminimalisir risiko kebakaran hutan dan lahan.
Melalui Operasi Modifikasi Cuaca ini, diharapkan potensi kekeringan dapat ditekan, ketersediaan air tetap terjaga, serta ancaman karhutla di Natuna dapat diminimalisir. (Rap)

