Ilustrasi kotak amal di pusat keramaian. (lampung.inews1)

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menambahkan, organisasi terlarang seperti JI memang sengaja menempatkan kotak amal tersebut di titik-titik yang sekiranya ramai dikunjungi masyarakat. ”Kotak infaq ini ada di warung, ada di tempat orang yang kerap berkumpul atau banyak orang lalu lalang," ungkapnya. Dana yang terkumpul itu, menurut Polisi digunakan antara lain untuk biaya operasional, yang diduga masih ada sekitar 1.600 anggota JI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menambahkan, organisasi terlarang seperti JI memang sengaja menempatkan kotak amal tersebut di titik-titik yang sekiranya ramai dikunjungi masyarakat.

”Kotak infaq ini ada di warung, ada di tempat orang yang kerap berkumpul atau banyak orang lalu lalang,” ungkapnya.

Dana yang terkumpul itu, menurut Polisi digunakan antara lain untuk biaya operasional, yang diduga masih ada sekitar 1.600 anggota JI yang tersebar di seluruh Indonesia.