Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Karimun, Sudarmadi
Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Karimun, Sudarmadi (Riandi)

Karimun, Lendoot.com – Tingkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Honorer, Pemkab Karimun melalui Badan Kepagawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Karimun menerapkan absensi menggunakan sidik jari (finger print).

Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Karimun, Sudarmadi mengatakan, banyaknya ASN dan staf honorer yang sering bolos masuk kerja, maka Pemerintah Daerah menerapkan absensi finger print yang dinilai efektif untuk meningkatkan kedisiplinan para ASN dan Honorer.

“Dengan adanya pegawai ASN dan staf honorer yang sering bolos dalam hal masuk kerja, maka Pemda telah menerapkan menggunakan sidik jari (finger print), baik saat masuk maupun pulang kerja. Karena dengan sistem manual terdapat banyak kecurangan yang dilakukan para pegawai,” kata Sudarmadi, Jumat siang (9/3/2018).

Dia mengatakan, sistem absensi finger print tersebut juga telah terhubung langsung ke bagian Dinas Keuangan Pemkab Karimun dengan tujuan, jika masih ada ASN dan Honorer yang masih membolos, gaji atau honor mereka akan langsung dipotong.

“Sesuai dengan peraturan Bupati, apabila masih ada yang bolos masuk kantor maka honornya akan langsung dipotong, karna sistem tersebut telah terhubung langsung dengan Dinas Keuangan,” ujarnya.

Sebelum diterapkannya sistem absensi sidik jari ini, tingkat ketidakhadiran pegawai mencapai 10 hingga 15 persen. Dengan diberlakukannya absensi tersebut, tingkat ketidakhadiran pegawai mengalami penurunan.

“Semenjak diberlakukan absensi sidik jari ini sejak Januari 2018 lalu, alhamdulillah tingkat ketidakhadiran pegawai berkurang, yang biasanya 10 hingga 15 persen, namun sekarang hanya 0,2 hingga 0,5 persen saja,” ucapnya.

Sudarmadi menambahkan, dalam sistem absensi tersebut saat ini hanya enam instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menerapkannya. Dengan itu bagi OPD yang belum memberlakukan, kiranya segera menerapkannya agar para ASN dan Pegawai Honorer tidak seenaknya saja tidak masuk kantor.

“Saat ini yang sudah memberlakukan sistem finger print ada enam OPD yakni, Sekertariat Daerah, Inspektorak Daerah, BKPSDM, Bappeda, Keuangan dan Sintab,” tuturnya.(Riandi)