Kacabjari Tanjungbatu, Filpan (kanan) didampingi Kasintel Kejari, Aji Prakoso saat menyampaikan press rilis di ruang aula Kejaksaan Negeri Karimun beberapa waktu lalu
Kacabjari Tanjungbatu, Filpan (kanan) didampingi Kasintel Kejari, Aji Prakoso saat menyampaikan press rilis di ruang aula Kejaksaan Negeri Karimun beberapa waktu lalu (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kacabjari Tanjungbatu menghimbau kepada Pemerintah Daerah maupun tingkat Provinsi untuk lebih berhati-hati dalam mengucurkan anggaran. Hal tersebut agar tidak terjadi penyelewengan dana bansos seperti yang terjadi pada pembangunan rumah suku Duane di Tanjungbatu.

“Sudah selayaknya dan sepantasnya dalam pemberian hibah bansos untuk kedepannya mesti diverifikasi terlebih dahulu, jangan sampai kita menjerat orang-orang yang tidak bersalah, seperti halnya Bansos di Suku Duane yang sebenarnya kita sudah tahu bahwa suku Duane atau suku laut yang tidak mengerti dalam bangun membangun,” kata Filpan beberapa lalu saat ditemui di kantor Kejari Karimun.

Filpan menyebut apabila Pemerintah ingin memberikan bantuan berupa rumah, Ia menyarankan sebaiknya berupa rumah yang sudah jadi, tidak berupa uang maupun anggaran dalam hal bangun membangun rumah.

“Jika pihak pemerintah Provinsi maupun Kabupaten yang hendak memberikan bantuan rumah, bantuan tersebut jangan dalam bentuk anggaran, lebih baik dibangun terlebih dahulu rumah tersebut, baru diberikan atau diserahkan kepada masyarakat,” ujarnya

Dia mengatakan dengan cara seperti itu mungkin lebih membantu, karena segala penyimpangan bisa menyempit, karena jika memberikan dana kepada yang tidak mengerti tata cara membangun, sehingga memberikan peluang kepada orang yang ingin berbuat hal yang tidak baik.

“Setidaknya dapat menjadikan segala indikasi penyimpangan bisa menyempit, sebab jika anggaran diberikan kepada orang yang tidak mengerti dalam hal bangun membangun, sehingga membuka peluang bagi orang untuk berbuat hal yang tidak baik,” ungkapnya

Filpan mengharap agar kedepannya untuk semua pihak Pemerintah agar lebih teliti dan lebih berhati-hati dalam pengucuran anggaran bantuan. (ian)