Karimun, Lendoot.com – Akses pintu masuk-keluar dari dan ke Kabupaten Karimun diperketat menjelang Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriyah. Diperketatnya pengawasan itu sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Karimun.

Hal itu, menyusul dikeluarkannya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan nomor 21 tahun 2020 tentang petunjuk operasional transportasi laut dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 pada 8 Mei kemarin.

Dansatgas wilayah laut Kabupaten Karimun Letkol Laut (P) Mandri Kartono mengatakan, Satgas gabungan itu nantinya akan mengawasi lalu lintas penumpang yang turun melalui pelabuhan.

“Jadi masing-masing daerah mengawasi penumpang yang lewat pelabuhan dan Bandara untuk wilayah udara. Untuk penekanan tertentu tidak ada, ini hanya pembagian tugas yang lebih spesifik,”ujar usai melaksanakan rapat koordinasi di kantor KSOP kelas I TBK, Kamis (14/5/2020)

Secara teknis, penguatan akan dilakukan bagi para penumpang yang hendak bepergian sehingga dinyatakan aman dari indikasi terinfeksi virus Corona, sedikitnya ada sembilan ketentuan yang harus di lalui para calon penumpang.

“Sehingga pada saat menuju pelabuhan tujuan itu sudah dinyatakan clear dari pelabuhan asal, jadi seluruh penumpang wajib membawa surat keterangan dari doker berdasarkan rapid tes yang menyatakan nonreaktif baru bisa melakukan perjalanan, begitu juga dari pelabuhan luar harus melakukan hal yang sama, ” katanya.

Berikut 9 ketentuan yang harus di penuhi para calon penumpang :

– Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah);

– Surat Keterangan Negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan, yang masih berlaku;

– Surat Tugas (bagi pegawai ASN, TNI, POLRI) yang ditandatangani oleh minimal Pejabat Setingkat Eselon 2;

– Surat Tugas (bagi pegawai BUMN/BUMD atau Perusahaan Swasta) yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor;

– Surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah/kepala desa setempat (bagi penumpang yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta);

– Surat Keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atau Perwakilan RI di luar negeri (bagi penumpang dari luar negeri);

– Surat rujukan dari rumah sakit (bagi pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain);

– Surat keterangan kematian dari tempat almarhum/almarhumah (bagi penumpang dengan kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia);

– Surat keterangan dari Universitas atau Sekolah (bagi mahasiswa atau pelajar).(rk)