Rahman, petani cabe merah di Desa Sanglar sedang memantau perkebunannya. (istimewa)
Rahman, petani cabe merah di Desa Sanglar sedang memantau perkebunannya. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Warga Desa Sanglar yang biasa mencari nafkah dengan mencari ikan atau nelayan, kini perlahan beralih ke perkebunan. Yang dilakukan Rahman dan beberapa kepala keluarga lainnya di desa tersebut sebagai contohnya.

Rahman dan tiga kepala keluarga lainnya yang sebelumnya melaut, kini sudah banting tenaga ke perkebunan. Cabe merah menjadi komoditi tanaman yang dipilihnya.

Alasan Rahman, karena selain harganya cukup menjanjikan, cabe merah cocok ditanam di lahan Desa Sanglar tersebut.

“Desa kami sangat berpotensi untuk perkebunan cabe merah. Sangat bagus jika dikembangkan,” kata Razali selaku perwakilan warga kepada Lendoot.com, kemarin.

Keberhasilan warga menanam cabe merah beberapa waktu lalu, katanya, sebagai buktinya.

Hanya saja, kemampuan dana petani yang terbatas sementara untuk tanaman cabe merah membutuhkan dana yang lumayan besar, maka bantuan pemerintah daerah sangat diharapkan.

“Cabe merah itu tidak muda. Butuh biaya besar. Untuk penanaman dan perawatannya butuh dana besar. Untuk itu perhatian pemerintah untuk dapat membantu perkebunan cabe merah berkembang di desa kami, sangat diharapkan,” jelasnya.

Mengingat menjadi nelayan sudah tidak memungkinkan karena hasil tangkapan yang semakin berkurang, sementara sumber pendapatan warga yang beralih menjadi petani perlu mendapat dukungan pemerintah daerah.

“Kalau saja ada perhatian pemerintah, kami yakin desa kami bisa menjadi salah satu penyuplay cabe untuk Karimun dan daerah di kecamatan lainnya di kabupaten ini,” pungkasnya. (sjs)