Karimun, Lendoot.com – Kawasan Bioindustri padi di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, diresmikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Peresmian ditandai dengan pengoperasian mesin pengolahan gabah yang berasal dari bantuan pemerintah pusat, Minggu (1/4/2018).

Selain peresmian mesin pengolahan gabah juga disejalankan dengan launching beras asal Karimun yang diberi merek “Aura Karimun”.

“Di sini kita lihat sudah ada mesin pengolahan padi dan mesin pengeringan padi. Dan yang belum ada gudang penyimpanannya. Peralatan ini sebagian besar bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian),” kata Rafiq.

Aunur Rafiq mengatakan, beras Aura Karimun saat ini gabahnya sebagian berasal dari lokal dan dibeli dari masyarakat Karimun yang bertani di Pelalawan, Provinsi Riau tahap awal ini di produksi sebanyak 25 ton. Sementara. Harga jual beras tersebut untuk masyarakat setempat Rp 12.000 per kilogram.

“Namun dengan adanya mesin ini maka kelompok tani bisa membeli gabah ke Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riaiu dan menjadikannya beras. Tapi kita akan terus berupaya hingga seluruh lahan kita produktif,” jelas Rafiq.

Diketahui kapasitas mesin pengolahan padi yang baru diresmikan berkapasitas 1,2 hingga 1,5 ton per jam. Penggilingan padi ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengeringan dengan menggunakan pemanas sekam yang berasal dari hasil samping penggilingan padi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Muhammad Affan mengatakan, membangun dari pinggiran adalah salah satu program yang dicanangkan oleh Presien Jokowi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu program kerja Kementerian Pertanian adalah Pembangunan Lumbung Pangan Berorietasi Ekspor (LPBE). Provinsi Kepulauan Riau juga menjadi salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi LPBE.

“Dalam rangka membangun Model Bioindustri  khususnya pada pertanaman padi, Balitbangtan menggandeng Pemda Kabupaten Karimun untuk Membangun Model Pengembangan Kawasan Bioindustri Padi di Desa Teluk Radang ini,” ucapnya. (ian)