Natuna – Dengan nada penuh keyakinan, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat memberikan diskresi khusus bagi Natuna dalam pengelolaan kawasan laut.
Ia menilai, kebijakan itu bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga soal keadilan bagi masyarakat di daerah perbatasan yang hidup di tengah lautan luas.
“Wilayah kami ini 99 persen laut. Kalau kami tidak diberi ruang untuk mengelola potensi laut sendiri, bagaimana bisa Natuna berkembang seimbang dengan daerah lain?,” ujar Cen Sui Lan saat berbincang usai menerima kunjungan Ketua dan pengurus PWI Kepri serta PWI Kabupaten Natuna, Rabu (22/10/2025), di ruang rapat Kantor Bupati Natuna.
Ucapan itu menggambarkan suara hati seorang pemimpin daerah yang sehari-hari melihat warganya menggantungkan hidup dari laut, namun masih terbatas dalam mengelola hasilnya.
Kabupaten Natuna memang memiliki posisi yang sangat strategis. Terletak di ujung utara Indonesia dan diapit oleh negara-negara seperti Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Brunei Darussalam, wilayah ini menjadi beranda terdepan NKRI di tengah Laut Natuna Utara.
Namun di balik letak yang strategis itu, masih banyak tantangan. Akses antar-pulau yang jauh, keterbatasan ekonomi, dan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah setempat.
“Pemerintah pusat sudah sangat memperhatikan Natuna, terutama dari sisi infrastruktur. Tapi pembangunan SDM dan ekonomi masyarakat juga harus diperkuat. Kalau tidak, pembangunan fisik itu tidak akan berjalan seimbang,” tegas Cen dengan penuh keprihatinan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Bupati Cen Sui Lan juga menyampaikan apresiasi atas kedatangan para jurnalis dari PWI Kepri dan PWI Kabupaten Natuna. Ia menyebut kehadiran insan pers sebagai bagian penting dari kerja bersama membangun daerah.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan dari semua pihak Forkopimda, masyarakat, dan juga teman-teman pers. Kita harus jalan beriringan untuk memajukan Natuna,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, turut mengajak insan pers di Natuna untuk menjadi mitra pemerintah yang kritis namun konstruktif.
“Silakan mengkritik, tapi dengan niat membangun. Pers harus menjadi bagian dari solusi untuk kemajuan Natuna,” ujarnya.
Dengan laut yang membentang luas dan potensi hasil laut yang melimpah, Natuna menyimpan harapan besar untuk menjadi daerah mandiri dan berdaya saing.
Diskresi khusus dalam pengelolaan laut yang diusulkan Bupati Cen Sui Lan bukan hanya tentang kebijakan, melainkan tentang masa depan masyarakat Natuna yang hidup berdampingan dengan laut.
“Kalau Natuna diberi kewenangan lebih, saya yakin masyarakat akan lebih sejahtera. Karena laut bagi kami bukan hanya sumber penghidupan, tapi juga identitas,” ucap Cen menutup pertemuan. (rap)

