Bupati Aunur Rafiq saat meninjau rumah warga korban banjir di Sei Raya, siang tadi. (foto tagana karimun))
Bupati Aunur Rafiq saat meninjau rumah warga korban banjir di Sei Raya, siang tadi. (foto tagana karimun)

Karimun, Lendoot.com – Setelah mendapat bantuan evakuasi dari Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Karimun, 14 kepala keluarga yang terdiri dari 61 jiwa warga di Paya Rengas Kelurahan Sei Raya Kecamatan Meral, dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Karimun, Bupati Aunur Rafiq.

Tak lama setelah lendoot.com merilis berita tentang korban banjir, Rabu (4/10/2017), siang tadi, rombongan Aunur Rafiq langsung menuju lokasi pengungsian. Didampingi Camat Meral Irwan Dinovri, Aunur Rafiq langsung menemui para pengungsi.

Dalam pertemuan santai tersebut, Rafiq meminta bawahannya untuk memperhatikan para korban tersebut. Rafiq meminta agar kebutuhan dan keperluan para korban dipenuhi menjelang banjir surut di rumah-rumah warga tersebut.

Usai menemui para pengungsi, Rafiq bersama rombongan langsung menuju lokasi banjir. Rafiq juga sempat masuk ke rumah-rumah warga yang terendam banjir. Dengan mengenakan sepatu karet, Rafiq melihat langsung rumah-rumah warga yang ditinggalkan penghuninya.

Dalam kesempatan itu, Rafiq yang membawa sejumlah staf Dinas Pekerjaan Umum meminta agar penyebab banjir, yakni sungai di kawasan tersebut meluap agar segera menjadi perhatian.

“Beliau meminta Dinas PU agar menormalisasi sungai yang ada di Kelurahan Sei Raya tersebut secepatnya,” ujar warga menyampaikan informasi kepada Lendoot.com.

Sebelumnya, warga yang diungsikan di Kelurahan Sei Raya karena banjir akibat hujan yang turun sejak tadi malam hingga siang hari tadi.

“Sebanyak 14 kepala keluarga yang terdiri 61 jiwa sudah kita ungsikan,” kata Fahri, seorang anggota Tagana Kabupaten Karimun kepada lendoot.com terkait langkah upaya penyelematan sementara para korban, siang tadi.

Siang tadi, sejumlah aparat kecamatan, kelurahan dan TNI-AD telah mendatangi para korban. Termasuk juga pegawai dinas sosial Karimun juga telah menemui para korban di tempat penampungan sementara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait tentang lanjutan langkah penanganan para pengungsi tersebut. (sjs)