Para anggota DPRD Karimun saat melakukan sidak ke lokasi produksi air mineral Atarin di Desa Pongkar
Para anggota DPRD Karimun saat melakukan sidak ke lokasi produksi air mineral Atarin di Desa Pongkar (Riandi)

Karimun, Lendoot.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau mengeluarkan intruksi kepada PT Tirta Argayana Tanjungbalai Karimun untuk melakukan penarikan secara tuntas produk air Atarin yang mengandung lumut.

Intruksi tersebut tercantum dalam surat BPOM Nomor B – B – IN.07.06.854.02.18.1161 pihak BPOM. Selain melakukan penarikan secara tuntas, pihak PT Tirta Argayana Tanjungbalai Karimun juga diminta memusnahkannya.

“Kita sudah berikan peringatan untuk menarik dan memusnahkan produk yang bermasalah tersebut. Selain itu kita telah meminta mereka untuk melakukan perbaikan terhadap sistem pengelolaannya,” kata Kepala BPOM Kepri Jhosep, Selasa (27/3/2018).

Dia mengatakan, sampai saat ini BPOM Kepri hanya baru menerima surat berita acara penarikan produk, sedangkan untuk surat perbaikan yang dilakukan masih belum diserahkan pihak bersangkutan.

“Untuk surat pemberitahuan telah dilakukannya perbaikan kita belum terima, sementara baru surat panarikan produk,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas dengan memberhentikan produksi produk tersebut, apabila PT Tirta Argayana tidak melakukan produksi berdasarkan ketentuan seharusnya.

“Apabila masih tetap melakukan produksi tidak sesuai dengan ketentuan, bisa dapat peringatan keras dengan memberhentikan produksi,” ujarnya.

Diduga hingga saat ini, Atarin masih belum melakukan penarikan produk yang ditemukan berlumut secara tuntas. Untuk itu BPOM selanjutnya akan berkoordinasi bersama Disperindag dan Dinkes Karimun.

“Kita akan beritahu dan berkoordinasi bersama Disperindag dan Dinkes, mungkin penarikan belum tuntas oleh produsen,” katanya. (ian)