Karimun, Lendoot.com – Lahan tanah seluas 5,238 meter bekas pasar Pasar Meral di Jalan Ahmad Yani, Sungai Pasir, Meral Kabupaten Karimun dinyatakan milik PT Cakrawala Bintan Perkasa (CBP).

Itu setelah dilakukan pengembalian batas yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karimun pada Jum’at (14 /12/2018) lalu.

Bangunan-bangunan lama yang berdiri di atas lahan seperti kios secara hukum turut menjadi milik PT CBP. Namun, bangunan-bangunan yang berdiri di atas tanah milik PT CBP tersebut, Minggu (16/12/2018) dibongkar oleh pihak yang mengaku pemilik lahan yakni Ahian alias Ayen.

“Setelah kita tanya, penghuni bangunan ini yang membongkar sendiri atas suruhan Ahian. Bangunan-bangunan ini bukan sepenuhnya milik Ahian. Setelah dilakukan pemgembalian batas pada Minggu lalu, tanah Ahian tidak masuk ke tanah PT CBP. Ini bukan bangunan Ahian, kenapa dia bongkar sendiri. Ini sudah pidana, pengerusakan,” kata Romesko Purba selaku supervisor lapangan PT CBP.

Romesko menyebut bahwa, setelah pengembalian batas dilakukan, yang berhak membongkar bangunan kios tersebut adalah PT CBP. Dirinya juga mempertanyakan alasan Ahian dan polisi menyuruh membongkar bangunan tersebut.

“Seperti pengakuan Supar, yang disuruh Ahian menempati eks Kios itu mengaku Polisi dan Ahian memerintahkan melakukan pembongkaran, apa wewenang Polisi menyuruh bangunan kami dibongkar. Apakah Polisi yang punya. Ini timbul pertanyaan, ada apa dengan polisi,” ujar Romesko.

Ditempat yang sama, Rivian Soetedjo, Kuasa Direksi PT CBP akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Batasnya sudah jelas. Tanah dia (Ahian) tidak masuk ke tanah PT CBP. Bahkan ada jeda jalan antara tanah Ahian dengan tanah PT CBP. Bagian atas bangunan yang dibongkar ini masuk tanah milik PT CBP,” jelasnya.

Atas kejadian ini Romesko Purba menuding bahwa pihak Kepolisian Resort Karimun tidak profesional, pasalnya selama proses sengketa lahan dan bangunan itu bergulir.

Bahkan hingga saat ini pihak kepolisian menurutnya tidak melakukan pemanggilan terhadap terlapor, yakni Supar, warga yang diperintahkan menempati bangunan eks kios milik PT CBP. (*)