Para pelajar yang terjaring razia didata di kantor Satpol PP Karimun
Para pelajar yang terjaring razia didata di kantor Satpol PP Karimun

Karimun, Lendoot.com – Sebanyak 21 orang pelajar SMP dan SMA terjaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Karimun saat keluyuran di jam sekolah berlangsung, Kamis (25/1/2018). Dua pelajar diantaranya putus sekolah.

Pelajar terbanyak yang bolos saat jam sekolah berasal dari SMK Negeri 1 Karimun sebanyak 8 orang pelajar, SMK Yaspika diurutan kedua dengan 6 orang pelajar.

SMA Negeri III 1 orang, SMA Negeri I 1 orang, MTS Yaspika 1 orang, SMK Negeri II Karimun 1 orang dan SMP Negeri III Tebing 1 orang pelajar.

Para pelajar yang terjaring ditemukan dibeberapa lokasi seperti, Pantai Pelawan, Warung internet (Warnet) dan di warung di kawasan perumahan PT KG Sei Bati.

Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Karimun, Denny mengatakan para pelajar ada yang berusaha melarikan diri saat dilakukan razia.

“Kita temukan mereka berada di luar sekolah saat jam sekolah masih berlangsung. Ada juga pelajar yang berusaha kabur setelah dinaikan ke mobil patroli kita,” kata Denny.

Pelajar yang terjaring langsung didata, selanjutnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan, untuk dikembalikan ke pihak sekolah. Kemudian nantinya pihak sekolah akan memanggil para orang tua murid.

“Setelah kita data, mereka akan menandatangi surat pernyataan untuk tidak mengulangi keselahannya. Apabila melanggarnya, bersedia menerima sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah,” ucap Denny. (ian)