Jurnalis Karimun-Humas Setdakab Karimun

Karimun, Lendoot.com – Karimun Darurat Narkoba? Menjadi tema yang ditaja saat acara dialog bulanan Jurnalis Karimun-Humas Setdakab Karimun, Rabu (29/3/2017) siang tadi. Ada fakta mengejutkan terkait keterlibatan oknum aparat sehingga peredaran narkoba di Karimun semakin menggila.

Adalah Kepala BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabuaten) Karimun, Ahmad Sholeh yang mengungkapkan keterlibatan oknum aparat, seperti polisi, TNI, Jaksa bahkan anggota BNN sendiri saat acara tersebut.

“Keterlibatan oknum-okum aparat, baik itu; polisi, TNI, BNN, jaksa, ini salah satu masalah pemberantasan narkoba semakin sulit,” papar Ahmad Sholeh dalam paparan dialog tersebut.

Ahmad Sholeh juga mengatakan, pegawai atau petugas Lapas (lembaga pemasyarakatan) yang bekerjasama dengan bandar narkoba yang mengawasi peredaran narkoba dari dalam Lapas, juga diungkapkannya.

“Pegawai Lapas yang bekerjasama dengan bandar narkoba, juga salah satunya masalahnya. Tidak pedulinya aparat. Malah ada pegawai Lapas yang bekerjasama dengan bandar di Lapas, maaf ni pak kalapas (Kepala Lapas Tanjung Balai Karimun-red),” kata Sholeh.

Ke depannya, lanjutnya, masing-masing instansi tidak lagi terjebak ego sektoral, dan diharapkannya dapat menyamakan persepsi antara kementerian dan lembaga terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba tersebut.

“Belum adanya sinergi antara aparat hukum, dunia usaha dan ormas. Kesadaran masih rendah belum standardisasi program pencegahan. SDM yang kurang mendukung program rehabilitasi,” katanya juga terkait sulitnya pemberantasan karena teknologi yang dimiliki sindikat jaringan pengedar narkoba lebih canggih saat ini.

Mengenai tudingan tersebut, Kepala Lapas Tanjung Balai Karimun Eri Erawan tidak menampiknya.  “Narkoba dijadikan alat, Lapas terlibat narkoba? Kami tidak menafikkan itu. Modus pemakai di Lapas, banyak. Jangankan warga binaan, pegawai aja ikut terlibat,” ujar Eri saat memberikan pemaparannya di dialog tersebut.

Kapolres AKBP Armaini juga tidak menyanggah adanya oknum aparat hukum, khususnya di bawah jajarannya yang terlibat dalam peredaran narkoba tersebut. “Kita sudah memberhentikan 6 anggota kami, sebagian besarnya kasus narkoba. Jadi memang ada itu,” akunya.

Dialog yang dibuka Sekdakab Karimun Muhd Firmansyah tersebut berlangsung menarik. Panitia menghadirkan narasumber dari Polres Karimun, BBNK Karimun, Lapas Karimun, Imigrasi, LSM Sado (LSM Sahabat Anak Indonesia) dan juga dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, siswa, mahasiswa dan organisasi massa lainnya. (sjs)