Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

BNI Hadirkan wondrZ, Anak Bisa Belajar Transaksi Digital Sejak Dini, Orang Tua Tetap Bisa Mengawasi

NATUNA – Memperkenalkan pengelolaan keuangan kepada anak sejak usia dini kini semakin mudah. Melalui inovasi layanan perbankan digital wondrZ, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan kesempatan bagi anak dan remaja untuk memiliki tabungan atas nama sendiri sekaligus belajar mengelola uang secara lebih mandiri.

Produk tabungan khusus anak dan remaja ini menjadi salah satu upaya BNI dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak dini.

Menariknya, anak tidak hanya dapat memiliki rekening sendiri, tetapi juga bisa memperoleh akses transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI sesuai ketentuan usia, dengan tetap berada dalam pengawasan orang tua.

Kepala BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Natuna, Rahmad Tri Saputra, menjelaskan bahwa kehadiran wondrZ memberikan kemudahan bagi orang tua untuk mulai mengenalkan layanan perbankan kepada anak-anak, termasuk mereka yang belum berusia 17 tahun.

Menurutnya, selama ini akses transaksi digital secara mandiri bagi anak masih memiliki keterbatasan. Melalui wondrZ, BNI menghadirkan mekanisme yang memungkinkan orang tua membuka rekening terlebih dahulu, kemudian memberikan akses kepada anak untuk menggunakan layanan digital tersebut sesuai persyaratan yang berlaku.

“Jadi, orang tua pertama membuka rekening terlebih dahulu. Setelah itu, memberikan kode OTP kepada anak. Anak-anak yang sudah memiliki HP Android bisa mendapatkan akses untuk menggunakan layanan perbankan digital,” jelas Rahmad di sela-sela kegiatan coffe morning bersama awak media di Ranai Square pada Selasa (03/11/2026).

Ia menerangkan, layanan tersebut dirancang bukan sekadar memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar anak mulai memahami cara menyimpan, menggunakan, dan mengatur uang sejak dini.

Dari sisi keamanan, wondrZ juga dilengkapi pengaturan limit transaksi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan pembatasan tersebut, penggunaan uang oleh anak dapat lebih terkontrol dan tidak berlebihan.

Rahmad menjelaskan, untuk transaksi menggunakan kartu debit, limit yang diberikan sebesar Rp500 ribu per hari. Sementara akses transaksi digital melalui wondr by BNI bagi anak usia minimal 12 tahun memiliki limit tersendiri sesuai ketentuan produk.

“Namanya juga anak-anak, tentu tidak boleh jajan terlalu besar. Jadi, ada batasan limit transaksi agar penggunaannya tetap terkontrol,” ujarnya.

Tidak hanya itu, keunggulan lainnya terletak pada keterhubungan rekening anak dengan akun orang tua. Setiap aktivitas transaksi yang dilakukan anak dapat dipantau melalui notifikasi yang diterima orang tua secara real-time.

Dengan demikian, orang tua tetap mengetahui ketika anak melakukan penarikan atau transaksi, termasuk nominal uang yang digunakan. Fitur pemantauan ini diharapkan memberikan rasa aman sekaligus membantu orang tua membimbing anak dalam mengatur keuangan.

“Jadi, orang tua bisa mengontrol karena rekening anak terhubung. Ketika anak melakukan penarikan atau transaksi, orang tua akan mendapatkan notifikasi sehingga bisa mengetahui berapa uang yang digunakan,” tambah Rahmad.

Melalui wondrZ, BNI ingin menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga.

Anak diberikan ruang untuk belajar mandiri dalam mengelola keuangan, sementara orang tua tetap memiliki kendali dan kesempatan untuk mendampingi setiap aktivitas finansialnya.Produk wondrZ diperuntukkan bagi anak dan remaja berusia 0 hingga 17 tahun.

Khusus anak yang telah berusia minimal 12 tahun, akses transaksi digital dapat dilakukan melalui aplikasi wondr by BNI pada perangkat masing-masing dengan persetujuan orang tua.

BNI juga memberikan kemudahan dari sisi pembukaan rekening dengan persyaratan identitas anak dan persetujuan orang tua atau wali, sehingga layanan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.

Kehadiran wondrZ menjadi bagian dari transformasi layanan perbankan BNI yang tidak hanya berorientasi pada kemudahan transaksi, tetapi juga memperkuat edukasi keuangan di tengah masyarakat.

Melalui layanan ini, kebiasaan menabung diharapkan tidak lagi sekadar menjadi aktivitas menyimpan uang, melainkan berkembang menjadi pembelajaran bagi anak untuk mengenali kebutuhan, mengatur uang saku, serta membangun tanggung jawab finansial sejak dini. (Rap)

Exit mobile version