NATUNA — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia kembali dikibarkan dari salah satu sudut ikonik Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Bendera Merah Putih berukuran 10×6 meter dibentangkan di tebing Pulau Sahi, Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Minggu (9/8/2026).
Bukan sekadar pengibaran bendera, aksi tersebut menjadi simbol kuat semangat kebangsaan dan kedaulatan Indonesia dari wilayah perbatasan.
Merah Putih dibentangkan di tebing setinggi sekitar 40 meter di atas permukaan laut, menghadirkan pesan bahwa semangat kemerdekaan tetap menyala hingga pelosok negeri.
Kegiatan tersebut digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bersama Lanud Raden Sadjad, Kejaksaan Negeri Natuna, Yon Arhanud 14 Pasgat, BMKG Ranai, Stasiun Bakamla Natuna, RRI Ranai, serta IBI Cabang Natuna.
Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., hadir langsung memimpin rangkaian kegiatan pembentangan bendera di kawasan wisata Pulau Sahi.Nuansa berbeda terlihat ketika pengibaran dilakukan dengan teknik rappelling.
Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, S.E., bersama Danyon Arhanud 14 Pasgat Letkol Pas Erwan Hidayat, S.I.P., M.Tr.Mil., turun melalui tebing setinggi sekitar 40 mdpl untuk membentangkan Sang Merah Putih berukuran raksasa tersebut.
Aksi itu sekaligus mempertegas karakter Natuna sebagai daerah kepulauan dan kawasan strategis yang berada di wilayah perbatasan Indonesia.Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan, pemilihan Pulau Sahi sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri.
Setelah sebelumnya rangkaian pembentangan Merah Putih dilakukan di Batu Datar, Teluk Depeh dan Puncak Gunung Ranai, kali ini semangat kemerdekaan kembali dibawa ke salah satu kawasan geowisata Natuna.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam dan objek geowisata Natuna kepada masyarakat luas.
“Kami secara bersama-sama mengusung rangkaian kegiatan peringatan momentum HUT ke-81 RI sekaligus ingin memperkenalkan berbagai objek geowisata di Kabupaten Natuna,” terang Abdul Rahman.
Ia menegaskan, pembentangan bendera raksasa tersebut juga menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa menjaga kedaulatan bangsa berawal dari tumbuhnya rasa cinta terhadap Tanah Air.
Pesan tersebut dinilai semakin relevan karena Natuna merupakan salah satu wilayah terdepan Indonesia yang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan.
Dari Pulau Sahi, Merah Putih tidak hanya menjadi lambang kemerdekaan, tetapi juga merepresentasikan keberadaan Indonesia yang terus hadir dan berdiri teguh di wilayah kepulauan paling utara tersebut.
Momentum itu pun sejalan dengan tema peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”Semangat tersebut diterjemahkan melalui kegiatan yang memadukan nasionalisme, kebersamaan lintas instansi, sekaligus pengenalan potensi daerah.
Pulau Sahi yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Natuna pun mendapat panggung tersendiri. Tebing batu, bentang alam kepulauan dan hamparan laut menjadi latar pembentangan Merah Putih raksasa, menciptakan simbol visual tentang Indonesia yang berdaulat dari wilayah perbatasan.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di Natuna tidak hanya berlangsung di pusat pemerintahan, tetapi juga dibawa ke ruang-ruang geografis yang menjadi bagian penting dari wajah Indonesia.
Dari tebing Pulau Sahi, Merah Putih kembali menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal batas wilayah termasuk ketika dikibarkan dari ujung negeri, di tengah bentang alam Natuna yang menjadi bagian dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Rap)

