Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi (Foto : Lendoot.com/ Dok)

Karimun, Lendoot.com – Pasien 05 Covid-19 di Kabupaten Karimun dipulangkan meski hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Swab kedua belum keluar, Senin (18/5/2020).

Pasien 05 yang diketahui merupakan klaser kakek 90 tahun asal Kampar Provinsi Riau itu berusia 15 tahun atau masih kategori anak- anak. Ia dinyatakan positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sebelumnya kakek, ibu dan ayah dari Pasien 05 juga dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun karena positif Covid-19. Namun ketiganya telah dipulangkan setelah dinyatakan sembuh.

“Isolasi mandiri. Dipulangkan dokternya, beberapa hari setelah hasil negatif (satu kali swab) itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi.

Menurut Rachmadi, berdasarkan protokol penanganan Covid-19, pasien tanpa gejala boleh menjalani isolasi mandiri. Namun meski demikian Ia lebih menyarankan pasien Positif Covid-19 dirawat di rumah sakit untuk lebih mengurangi resiko.

Ia menyebutkan, pasien 05 itu sempat dinyatakan negatif satu kali. Namun swab berikutnya kembali didapati hasil positif.

“Tapi itu kewenangan di dokter yang merawat. Memang sih kalau diprotokol boleh isolasi mandiri kalau pasien tanpa gejala. Saya lebih berpandangan tanpa gejala masih berisiko. Kalau di rumah sakit kan jelas ya. Yang merawat pakai APD lengkap. Lebih mengurangi resiko, ya dirawat saja,” ujar Rachmadi.

Dua PDP Baru

Rachmadi juga membenarkan ada dua PDP baru yang dirawat di RSUD Muhammad Sani, Karimun.

Keduanya laki-laki, karyawan salah satu BUMN di Karimun. Kedua masuk RSUD sejak 3 hari lalu.

Keduanya terpaksa diisolasi di RSUD Muhammad Sani Karimun setelah rapid test keduanya menunjukkan hasil reaktif.

“Rapid test dilakukan oleh perusahaan tempat mereka bekerja,” kata Rachmadi.

Keduanya sudah menjalani swab dan saat ini tinggal menunggu hasil.

Sementara untuk orang dalam pemantauan atau ODP, Rachmadi menyebut di Karimun tinggal 2 orang yakni di Kecamatan Moro.

“Keduanya masih belum habis masa isolasinya,” kata Rachmadi. (rk)