Kepala KPPBC Tanjungbalai Karimun, Benhard Sibarani didampingi Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara menyerahkan secara simbolis bawang merah yang dihibahkan kepada Asisten II Pemkab Karimun, Sensissiana di kantor KPPBC Karimun
Kepala KPPBC Tanjungbalai Karimun, Benhard Sibarani didampingi Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara menyerahkan secara simbolis bawang merah yang dihibahkan kepada Asisten II Pemkab Karimun, Sensissiana di kantor KPPBC Karimun (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Sosial menerima hibah 8.000 kilogram bawang merah dan 4.000 kilogram garam kasar dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Rabu (6/9) pagi.

Hibah bawang merah dan garam ini diterima langsung oleh Asisten II Pemkab Karimun, Sensissiana.

Barang yang dihibahkan kepada Dinas Sosial tersebut merupakan hasil penindakan Satreskrim Polres Karimun terhadap Kapal KM Meisya II GT 30 di Pantai Sawang Kecamatan Kundur pada 21 Agustus lalu.

“Iya hari ini kita saksikan hibah barang hasil tangkapan kita terhadap KM Meisya II GT 30. Barang itu kita hibahkan melalui KPPBC TMP B ke Dinsos Karimun,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara, Rabu (6/9/2017) pagi.

Lulik mengatakan, barang- barang tersebut rencananya akan didistribusikan melalui Dinas Sosial Karimun ke empat Kecamatan di Karimun. Untuk 4.000 kilogram gram akan diberikan kepada Nelayan nelayan pesisir pantai, sedangkan 8.000 kilogram Bawang merah diberikan kepada masyarakat kurang mampu di empat kecamatan tersebut.

“Kita salurkan berdasarkan kebutuhan saat ini, yakni di Kecamatan Karimun, Meral, Meral Barat dan Tebing. Dari pada kita musnahkan lebih baik dihibahkan” katanya.

Dia mengatakan, terhadap perkara tersebut, Satreskrim Polres Karimun belum ada menetapkan tersangka, karena dalam kasus tersebut pemilik barang barang berupa garam dan bawang merah tidak ada saat diamankan.

Sementara itu, Kepala Penindakan dan Sarana Operasi KPPBC TMP B, Andi Cusna mengatakan, sebelum melakukan hibah barang bukti hasil tangkapan tersebut, pihaknya sudah terlebih dahulu mengecek kualitas terhadap barang bukti berupa garam dan bawang merah.

“Dari hasil pemeriksaan, garam asal Malaysia itu tidak mengandung yodium, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi, namun karena keadaan garam di Kabupaten Karimun agak sulit, garam tak beryodium itu tetap kita hibahkan, namun target hibah kita kepada para nelayan yang sering menggunakan garam sebagai pembeku es. Untuk bawang merah layak untuk dikonsumsi dan dapat kita hibahkan pada masyarakat yang membutuhkan.” kata Andi Chusna. (ian)