Bintan – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meluncurkan gerakan Tanjak Lobam (Taat Pajak Lobam) di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Lobam, Bintan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengapresiasi inisiatif Bapenda tersebut sebagai upaya konkret untuk memperkuat pondasi fiskal dan kemandirian daerah, agar tidak terlalu bergantung pada kebijakan pusat.
“Gagasan Tanjak Lobam ini adalah langkah konkret untuk memperkuat pondasi fiskal daerah,” kata Ansar.
Fokus Optimalisasi Pajak dan Sinergi Lintas Sektor
Program ini berfokus pada optimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Alat Berat (PAB) di kawasan industri strategis tersebut.
Gubernur Ansar menekankan bahwa keberhasilan ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan aparat penegak hukum (BRI, Kepolisian, Jasa Raharja, dan pelaku industri). Ia juga mengingatkan agar kebijakan ekstensifikasi pajak tetap bijak dan tidak menghambat iklim investasi di Kepri.
Kepala Bapenda Kepri, Abdullah, menjelaskan Tanjak Lobam bertujuan:
- Mengoptimalkan sinergi data dan pelayanan pajak daerah.
- Mendorong kepatuhan dan ketertiban di lingkungan kawasan industri.
- Menjadikan Lobam model percontohan kawasan taat pajak di Kepri.
Gerakan ini disambut baik oleh General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana, yang menilai inisiatif “jemput bola” ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah dan industri dalam meningkatkan kontribusi penerimaan daerah.
Sebagai apresiasi, Gubernur Ansar menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang mendukung optimalisasi penerimaan daerah, termasuk Bupati Bintan, Dirlantas Polda Kepri, hingga GM PT BIIE. (adv)

