Tim Puslitban Kementan RI bersama Kadipertan Karimun saat meninjau rencana pelabuhan ekspor di Kundur, siang tadi. (msarih)
Tim Puslitban Kementan RI bersama Kadipertan Karimun saat meninjau rencana pelabuhan ekspor di Kundur, siang tadi. (msarih)

Karimun, Lendoot.com – Meski banyak kendala ditemui dalam usaha membantu petani nanas di Kundur untuk dapat menembus pasar luar negeri atau ekspor, namun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Kabupaten Karimun terus berusaha tanpa lelah.

Berbagai upaya dilakukan dengan misalnya mengadu terkait kendala-kendala yang terjadi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Gayung bersambut. Pusat Penelitian Pengembangan (Puslitbang) Kementan RI, melakukan kunjungan ke Kundur, Rabu (18/7/2018), untuk mendapat informasi langsung terkait kendala tersebut.

“Salah satu kendala terberat kita adalah, transportasi dan teknologi pascapanen. Kehadiran Litbang Kementan RI tadi sudah mendengar kendala-kendala dari kita. Sudah mereka inventarisir, semoga ada jalan keluarnya sehingga ekspor nanas kita terealisasi. Mohon doanya,” kata Muhammad Affan, Kepala Dipertan Karimun kepada Lendoot.com.

Awalnya Affan sangat optimis tahun ini dapat merealisasikan rencana ekpor komoditi pertanian, khususnya nanas dari Kundur tersebut. Ini karena pengekspor buah besar dan ternama di Indonesia, yang tidak ingin disebutkan Affan, menjanjikan akan membantu memasarkan buah nanas tersebut ke Singapura.

“Saat itu, saat mendengar dukungan perusahaan ekportir itu, tanpa pikir panjang kita minta petani nanas kembali membudidayakan nanas. Belakangan, perusahaan itu tidak ada kabarnya lagi. Mungkin kendalanya buah dari pulau itu sangat besar, jadi mereka mundur,” kata Affan dengan nada kecewa.

Ekspor buah Indonesia masih terkendala pada kepastian pasokan yang kontinyu dan kualitas yang kerap tidak memenuhi standar negara-negara maju. Namun, kata Affan, secara perlahan ini sudah dicarikan solusinya bersama pihak eksportir lainnya yang saat ini tertarik membantu memasarkan nanas ke Singapura. Bahkan ke Iran dan beberapa negara di belahan Eropah.

Meski awalnya sempat patah semangat, namun Affan kembali semangat mengingat pertanian di Pulau Kundur menjadi salah satu upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan, serta menumbuhkembangkan hasil pertanian berkualitas kelak. (muhdsarih)