Tanjungpinang – Sebanyak 52 siswa dan 3 guru pendamping dari KBIT/TKIT Adzkia Islamic School menyambangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang dalam rangka kunjungan edukatif. Kegiatan luar kelas ini bertujuan untuk mengenalkan mitigasi bencana kepada anak-anak sejak usia dini dengan cara yang interaktif.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, M. Yamin, menegaskan bahwa edukasi dini adalah investasi jangka panjang untuk membangun budaya sadar bencana.
“Pengetahuan dasar dan kesadaran akan kesiapsiagaan harus dipupuk sejak kecil. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan,” ujar Yamin.
Belajar Sambil Bermain: Simulasi dan Pengenalan Alat
Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang menyenangkan namun sarat informasi. Petugas BPBD memberikan edukasi dasar mengenai jenis-jenis bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor melalui simulasi sederhana.
Beberapa momen menarik dalam kunjungan ini meliputi:
Simulasi Penyelamatan: Anak-anak diajarkan tindakan pertama yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat.
Pengenalan Armada: Petugas menjelaskan fungsi berbagai kendaraan operasional dan peralatan canggih yang digunakan tim penyelamat di lapangan.
Patroli Ceria: Para siswa diajak berkeliling menggunakan mobil ranger BPBD, yang menjadi daya tarik utama dan disambut dengan sorak antusias peserta.
Dukungan Mitigasi Berbasis Edukasi
Pihak KBIT/TKIT Adzkia Islamic School menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari BPBD. Mereka menilai pengalaman belajar langsung di lapangan jauh lebih berkesan bagi anak-anak dibandingkan hanya menerima materi di dalam kelas.
BPBD Kota Tanjungpinang berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana berbasis masyarakat. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol kolaborasi antara lembaga pendidikan dan tim penanggulangan bencana. (*/fji)

