Karimun, Lendoot.com – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun menerima limpahan lima Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kanwil Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Rabu (12/4/2017) sore. Kelima WNI ini diduga kuat telah melanggar peraturan keimigrasian.

Kelima WNI itu adalah Syahid Anwar (29), Aki Badullah (50), Jaripin Husni (47), Sugiono (26) dan Saman (39). Empat lainnya berasal dari Pulau Jawa, sementara Aki Absullah berasal dari NTB.

Kasubsi Pengawasan Keimigrasian, Irvin Riko Saptono saat dikonfirmasi mengatakan kelima pria itu ditangkap di dalam sebuah kapal oleh petugas Kanwil DJBC Khusus Kepri.

“Kita baru terima pelimpahan sore ini sekira pukul 16.00 WIB tadi,” kata Irvin.

Terkait pelanggaran yang dilakukan kelima WNI tersebut, Irvin belum dapat memastikan jenis pelanggaran apa yang dilakukan, karena belum dilakukannya pemeriksaan. Namun dugaan sementara pelanggaran yang dilakukan kelima WNI ini karena tidak melewati tempat pemeriksaan imigrasi.

“Kita belum BAP. Nanti setelahnya baru diketahui. Mungkin izin mereka di Malaysia bermasalah makanya lewat jalur ilegal,” kata Irvin.

Sementara itu pengakuan Aki Abdullah, dirinya hendak pulang ke Indonesia dari Malaysia. Karena tidak memiliki dokumen yang lengkap maka Ia nekad menumpang kapal barang dengan tujuan Tanjungbalai Karimun.

“Saya delapan bulan di Malaysia dan mau pulang ke Lombok. Saya bayar kapal 900 ringgit Malaysia sampai ke Tanjungbalai Karimun. Dulu pernah punya paspor tapi sudah mati,” ujar Aki Abdullah. (ian)