Menteri Tenaga Kerja, M Hanif Dhakiri. (istimewa)
Menteri Tenaga Kerja, M Hanif Dhakiri. (istimewa)

Karimun – Belum lama ini, di Karimun khususnya, banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal masuk dengan mudah ke wilayah Republik Indonesia (RI). Tentu ini membuat resah masyarakat, terlebih masyarakat angkatan kerja yang tidak mendapat kesempatan di era industri di wilayah ini.

Lalu bagaimana bisa TKA itu masuk Indonesia secara ilegal? Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengakui, TKA khususnya yang ilegal memang ada di Indonesia. Pada 2016 tercatat TKA di Indonesia sebanyak 74 ribu orang. Jumlah tersebut masih sangat rasional, jauh lebih rendah dibanding negara lain.

“‎TKA China di Indonesia ada, ilegal ada. Namun jumlahnya masih sangat rasional, terkendali dan jumlahnya itu masih sangat kecil,” kata Hanif seperti dikutip dari Liputan6.com, kemarin.

Hanif mengungkapkan, penyebab masuknya TKA ilegal adalah dampak kemajuan intergasi negara, sehingga mobilitas penduduk ke dan antar negara cukup tinggi. Kondisi ini dimanfaatkan sebagian TKA untuk mencari pekerjaan di negara lain dengan cara ilegal.

‎”Kalau soal tenaga kerja asing ilegal ini memang jadi salah satu implikasi dari integrasi dunia jadi dunia semakin terintegrasi, memungkinkan penduduk dari satu negara kenegera lain melakukan sebuah mobilitas tinggi,” jelasnya.

Hanif pun menilai kurang tepat, jika masuknya TKA ilegal dikaitkan dengan pembebasan visa yang dilakukan pemerintah. Sebab tujuan pembebasan visa adalah meningkatkan periwisata dan jumlah wisatawan yang paling besar memanfaatkan kemudahan tersebut adalah Timur Tengah bukan Tiongkok.

“Kita tidak bisa berandai-andai begitu karena inikan untuk peningkatan pariwisata kita. Misalnya saya dapat informasi dari Kementerian Pariwisata kenaikan bebas visa negara Timur Tengah besar, Mesir 50 persen, dibanding China 20 persen pertumbuhan wisatawan yang masuk ke Indonesia,” tambah Hanif. (*/sjs)