Karimun, Lendoot.com – Setelah sempat  mengalami kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Poros, akhirnya masyarakat Karimun dapat menikmati kembali pasokan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Masuknya BBM tersebut langsung diserbu masyarakat dan rela mengantri untuk mendapatkan bahan bakar. Antrean pengendara roda dua maupun roda empat itu terlihat hingga ke jalan raya.

Dirut Perusda, Devanan Syam selaku pengelola SPBU Poros mengatakan, sejak Minggu (17/2/2019) kemarin, pasokan bahan bakar telah lancar. Namun, dikarenakan banyaknya kebutuhan masyarakat, maka terjadinya antrean pengendara.

“Alhamdulillah, BBM kita sudah diizinkan untuk bongkar, dan stok minyak kita sudah ada,” kata Dev, Minggu (17/2/2019).

Diketahui, kapal tranporter yang membawa pasokan minyak Pertamina untuk SPBU ke karimun ditahan oleh pihak KRI dari TNI AL. Saat ini, penyidikan ditahannya kapal Transporter tersebut ditangani oleh Lanal Tanjungbalai Karimun.

Dev mengatakan, dibolehkan nya pembongkaran pasokan bahan bakar itu setelah Bupati Karimun mengirim surat resmi dan Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan pihak Lanal TBK.

“Saya juga belum mengerti alasannya. Tapi, minyak telah dibongkar. Setelah melakukan pembongkaran pasokan BBM kapal kembali ditahan untuk proses selanjutnya,” ujarnya.

Menurut Dev, untuk semua dokumen dinyatakan lengkap, surat izin berlayar juga telah dikeluarkan oleh pihak Syahbandar. Sementara, untuk dokumen muatan, juga tidak ada masalah.

“Untuk semua surat-surat saya kira lengkap. KSOP sudah mengeluarkan Surat Izin Berlayar (SIB), berarti sudah lengkap dan telah diurus oleh owner kapal. Untuk muatan, mana ada masalah, minyak itu kita punya dan kita nebus langsung ke Pertamina include dengan pajak-pajaknya,” tambahnya. (riandi)