Karimun, Lendoot.com – Polres Karimun mengundang sebanyak 53 peserta dari organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun dalam kegiatan Fokus Group Discussion (FGD).

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Karimun Budiman Sitorus SH, Wakil Ketua I DPRD Karimun Azmi, Wakil Ketua II DPRD Karimun Bakti Lubis, serta menghadirkan narasumber yaitu, Richa Irma Dwiyanti.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menjelaskan, kegiatan FGD yang digelar di ruang Rupatama Mapolres Karimun, Rabu (16/5/2018) pagi ini bertujuan menjaga kerukunan bersama dari paham radikalisme dan aksi terorisme di Kabupaten Karimun.

“Ini merupakan salah satu solusi dan langkah prefentif dalam mendukung dan merealisasikan Kamtibmas di Karimun. Yang mana masing-masing dari parah tokoh memberikan masukan untuk kepentingan bersama,” kata Hengky.

Dalam kesempatan ini, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengutuk keras atas aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat memecah belahkan masyarakat serta ideologi bangsa.

“Mari kita satukan persepsi, serta mempererat persatuan dengan saling menjaga dan saling mengisi. Karena peristiwa di Mako Brimob, Surabaya dan di Polda Riau menjadi suatu ujian bagi kita. Oleh karena itu kita jangan sampai terlena, pasalnya Karimun memiliki potensi dari berbagai aspek sehingga memungkinkan adanya aksi teror itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Rafiq juga sudah menghimbau kepada masyarakat melalui radio, agar seluruh masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan poskamling serta patroli yang dilakukan oleh TNI dan Polri.

“Kepada MUI juga kita meminta untuk memberikan edaran melalui khotbah sholat Jumat agar mengisi materi tentang makna jihat yang sebenarnya. Dan juga kepada para pendeta dimasing-masing gereja untuk membahas hal yang sama, begitu juga agama yang lainnya,” ujarnya. (Riandi)