Karimun, Lendoot.com – Stakeholders pelabuhan atau mereka yang  bekerja sebagai porter, para ojek, supir taxi, buruh, dan supir angkot dan porter diberikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Adalah Komando Distrik Militer (Kodim) 0317/Tbk yang melakukan pendekatannya, Senin (23/7/2018) pagi.

Kegiatan yang dilakukan di ruang tunggu pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun, Komandan Kodim 0317/TBK Letkol Arm Rizal Analdie memberikan pemahaman tentang faham radikal.

Menurut Rizal, mereka merupakan kelompok masyarakat yang memang sering berinteraksi secara langsung dengan masyarakat luar lainnya.

“Pertimbangan kita mereka ini adalah kelompok yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga secara spesifik kita beri pemahaman,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, interaksi yang dimaksud adalah mereka (kelompok) yang pertama kali menerima dampak dari paham radikalisme dan berkativitas di pintu-pintu terdepan terutama pelabuhan.

“Oleh sebab itu, mereka-mereka ini harus diberi pemahaman ini dengan tujuan, mereka dapat mengidentifikasi kelompok-kelompok yang dimaksud,” jelasnya.

Rizal menambahkan, Kabupaten Karimun saat ini masih terbilang kondusif dari adanya gangguan yang berarti.

“Sejauh ini masih kondusif, kita sudah lakukan pemetaan, namun demikian perlu kita cegah secara dini dengan kegiatan seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Epon seorang pekerja sebagai tukang ojek pelabuhan mengaku, dirinya memang kerap sekali mengantarkan orang yang berada, bahkan juga sering mengantarkan langganannya berasal dari negera luar.

“Kalau sudah dikasih tahu seperti ini, kami kan jadi mengerti. Besok-besok kalau bertemu dengan orang yang seperti ini, mudah memberitahukannya,” katanya. (riandi)