Ilustrasi perceraian. (internet)
Ilustrasi perceraian. (internet)

Karimun, Lendoot.com – Angka perceraian yang diperoleh dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Karimun, terbilang cukup tinggi. Ada sebanyak 300 perceraian yang terjadi dari sekitar 1800 sampai 2000 pernikahan yang ada di Kabupaten Bumi Berazam ini.

Ini yang dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karimun, Afrizal saat ditemui Lendoot.com di kantornya, beberapa waktu lalu.

“Tinggi. Dari 1800 sampai 2000 pernikahan yang terjadi di Kabupaten Karimun, terdapat sebanyak 300 angka perceraian yang terjadi,” kata Afrizal.

Afrizal menyebut, dari banyaknya angka percerain tersebut rata-rata kasusnya paling banyak dilakukan oleh pihak perempuan. Penyebabnya bermacam-macam seperti; faktor ekonomi, tidak adanya kecocokan dan adanya orang ketiga.

“Kasusnya paling banyak dari pihak perempuan yang menggugat cerai. Biasanya karena tidak adanya kecocokan, masalah ekonomi dan adanya pihak ketiga,” sebut Afrizal.

Menurut Afrizal, untuk dapat mencegah meningkatnya angka perceraian khususnya bagi pasangan yang baru menikah, maka setiap masing-masing pasangan harus menegakkan ajaran agamanya. Selain itu, tambahnya, diperlukan kerja keras untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga dan pendidikan anaknya.

“Sebenarnya perceraian pada pasangan yang sudah menikah dapat dicegah apabila agamanya benar-benar ditegakkan. Harus bekerja keras untuk memenuhi ekonomi dan mendidik anaknya dengan benar,” ujar Afrizal. (ian)