Karimun, Lendoot.com – Sejumlah anggota DPRD Karimun dari Komisi I dan II marah-marah saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan air mineral Atarin, Selasa (13/3/2018).

Kemarahan para dewan tersebut lantaran banyaknya pelanggaran yang ditemukan saat sidak ke perusahaan air mineral Atarin.

Beberapa temuan diantaranya kotornya pipa penyaluran air, karyawan yang tidak menggunakan safety saat bekerja serta tidak tercantumnya nomor batch atau tanggal produksi.

Anggota DPRD Kabupaten Karimun dari Fraksi Gerindra Zaizulfikar atau sering disapa Boy bahkan cukup kesal melihat kotornya filter (penyaringan air). Menurutnya pihak dari perusahaan telah lalai dalam menjaga kebersihan produksi air berkemasan Atarin tersebut.

“Seharusnya pipa-pipa ini harus selalu dibersihkan, jangan kotor seperti ini, karna ada sifat manusia yang lalai untuk tidak mengganti. Sebab air ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Karimun,” Kata Boy dengan nada keras saat melihat kondisi tempat penyaringan air yang terlihat kotor.

Usai memeriksa tabung penampungan air dan alat filterisasi, Boy bersama rombongan sidak menuju tanki penyimpanan air untuk melakukan pengecekan.

Anggota DPRD lainnya, Sulfanow Putra langsung memanjat dan membuka tutup tabung untuk melakukan pengecekan. Setelah dicek ternyata bagian tutup air pada tabung tersebut juga dinilai tidak memenuhi syarat.

“Tabung ini tidak bisa, karna tabung ini panas, kita sebagai konsumen tidak rela kalau mengkonsumsi air seperti ini,” ucapnya lagi dengan nada tinggi.

Untuk itu, Boy meminta kepada pihak perusahaan agar rutin untuk melaporkan hasil pergantian alat filter (penyaringan air) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.(Riandi)