Ali Siradj, pemateri dari BNNP Kepri saat acara Peran Aktif Anti Narkoba di Hotel Balai View, Senin (28/8/2017). (sjs)

Karimun, Lendoot.com – Fakta mengejutkan terungkap dari  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun terkait korban penyalahgunaan narkoba (narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya) di Karimun.

Seorang anak belum genap 16 tahun dinyatakan gila karena penyalahgunaan narkoba tersebut. Yang lebih memprihatinkan lagi, anak di bawah umur itu berjenis kelamin perempuan.

“Seorang anak perempuan di Karimun belum 16 tahun gila karena narkoba. Jenis yang disalahgunakan berupa lem,” kata Ali Siradj, pemateri dari BNNP Kepri saat acara Peran Aktif Anti Narkoba di Hotel  Balai View, Senin (28/8/2017).

Selain di Karimun, sebut Ali, masih ada juga kasus dampak narkoba yang sama yakni tiga orang dinyatakan gila, juga penyebabnya karena lem.

Selain lem sebagai jenis narkoba zat adiktif lainnya, beberapa efek narkoba seperti heroin, ganja, pil ekstasi, sabu-sabu dan beberapa jenis narkotika lainnya, juga tak kalah menyeramkannya.

Bahkan, sebutnya, gara-gara narkoba pecandunya bisa melakukan aksi nekat seperti pencurian, penganiayaan terhadap pasangan. Yang lebih mengerikan lagi, ketika pecandu sudah kehilangan akal sehatnya, bisa nekat melakukan pembunuhan.

Atas kondisi tersebut, Ali berharap agar semua pihak berperan dalam melakukan langkah pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi.

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman bahaya narkoba, pemberantasan dengan cara memberikan laporan kepada pihak berwajib ketika menemukan gelagat penyalahgunaan narkoba, dan terakhir langkah rehabilitasi.

Langkah rehabilitasi, kata Ali, orangtua atau keluarga diwajibkan melaporkan jika ada anggota keluarganya yang terlibat narkoba. Bahkan pecandu sendiri, kini bisa bebas melaporkan dirinya sebagai pecandu sehingga bisa bebas dari sanksi tindak pidana. (sjs)