Karimun, Lendoot.com – Anak kandung yang ditelantarkan karena adanya perceraian, dapat ditanggung negara, atau anak akan ditetapkan statusnya sebagai anak negara.

Ini diungkapkan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun, Erwan Muharudin, siang tadi.

Dia mengatakan, pengambilanalihan anak oleh negara terhadap anak kandung hasil perceraian ini dengan pertimbangan, kedua orangtua sudah tidak pernah dan tak sanggup lagi menafkahi, baik lahir maupun batin.

“Akan kita titipkan ke panti asuhan dengan status anak milik negara, karena orang tua kandungnya tidak memperhatikannya. Sementara sang ibu tengah banting tulang mencukupi kehidupan mereka berdua. Ini miris sekali,” katanya.

Sebelum ketetapan berstatus anak negara, kata Erwan, pihaknya akan mencoba mengkomunikasikan antara kedua belah pihak untuk duduk bersama, atau melakukan mediasi terkait anak tersebut

Menurutnya, sesuai aturan maka orangtua yang bercerai harus menafkahi anaknya sampai tumbuh dewasa, atau sampai berusia 18 tahun. Saat usia sang anak masih lima tahun, maka anak sedang membutuhkan kasih sayang selain nafkah.

“Walaupun sudah bercerai tapi hak anak tidak boleh lepas. Pihak ayah khususnya secara penghidupannya yabg mapan wajib menafkahi anaknya,” tambahnya. (**)