Ilustrasi kerja petugas Jumantik. (istimewa)
Ilustrasi kerja petugas Jumantik. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Alasan tidak adanya anggaran, pada 2017 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun akan menghapus program Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Dengan demikian, petugas Jumantik yang sudah lama bekerja itu akan dibebastugaskan.

“Saat ini karena terbentur anggaran, Dinkes Karimun tidak lagi mempunyai petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik),” kata Rachmadi, Jumat (10/2/2017).

Ke depannya, kata Rachmadi, akan membentuk Jumantik dari pelajar tingkat SD dan SMP. Menjadikan para pelajar SD dan SMP sebagai Jumantik dapat dilakukan melalui guru UKS. Nantinya pelajar akan diberikan pengetahuan mengenai bahaya, pencegahan serta cara menghadapi apabila ditemukan orang yang terindikasi terkena DBD.

Dengan begitu siswa diharapkan akan dapat memantau jentik nyamuk serta menerapkan 3M+ di rumah serta lingkungannya.

“Ini kita adopsi dari program di wilayah Jawa Barat yang berhasil. Tidak memerlukan biaya yang banyak dan hasilnya optimal. Rencananya akan kita laksanakan semasimal mungkin terhadap seluruh sekolah. Para siswa akan dapat memantau 3M di rumah masing-masing. Mereka juga akan punya catatannya masing-masing,” ujar Rahmadi.

Rahmadi juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan program 3M. Ia berharap tahun ini walaupun ditemukan kasus DBD jangan sampai ada korban yang meninggal dunia.

“Maka masyarakat meskipun merasa saat ini kasus DBD tidak banyak masyarakat tidak boleh terlena dan tetap harus menerapkan hidup sehat dan selalu lakukan program 3M,” pesan Rahmadi. (ian)