SDN 6 dan SMPN 5 di Baran dfekat Gang Awang Noor ini salah satu yang menjadi langganan banjir. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)
SDN 6 dan SMPN 5 di Baran dekat Gang Awang Noor ini salah satu yang menjadi langganan banjir. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Gang Awang Noor Kecamatan Baran Barat Kecamatan Meral Kabupaten Karimun merupakan kawasan langganan banjir. Karena bentuk wilayahnya seperti kuali, maka apabila hujan turun deras dalam waktu yang lama, maka sudah dapat dipastikan pemukiman padat penduduk di kawasan tersebut terendam banjir.

Camat Meral, Irwan Dinovri kepada Lendoot.com mengatakan, masalah banjir yang berada di wilayah yang dipimpinnya saat ini, sudah mulai dicarikan solusinya. Pembenahan gorong-gorong untuk mengantisipasi banjir susulan, sudah dilakukan.

Irwan mengatakan, Pemkab Karimun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota mulai melakukan normalisasi gorong-gorong yang berada di kawasan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri.

“Dinas PU sudah mulai normalisasi gorong-gorong yang ada di kawasan BC untuk banjir di Awang Noor, Baran. Kita sudah koordinasi juga dengan pihak BC,” kata Irwan Dinovri, kemarin.

Untuk normaslisasi ini, Irwan berharap dapat dilakukan dengan baik. Ia mengharapkan gorong-gorong dapat diperdalam agar bisa menampung debit air hujan dan air pasang laut yang kerap meluap ke pemukiman penduduk.

Saat ditanya mengenai ukuran parit yang akan dinormalisasi, Irwan mengaku tidak mengetahui pasti. “Karena jika tidak dalam maka akan sama saja. Air dari dari BC dan dari arah lain akan tetap masuk ke Awang Noor. Yang pastinya Dinas PU yang lebih tahu,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, meski dengan membangun kanal baru lebih efektif, namun untuk saat ini normalisasi gorong-gorong merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi permasalahan banjir di Meral. Karena apabila dibangun kanal yang baru maka otomatis akan mengorbankan bangunan milik warga.

“Lokasinya padat penduduk. Kita belum tahu siap agar dapat membuat kanal besar. Karena bakal ada bangunan yang diruntuhkan. Masalahnya, masyarakat yang bangunan yang diruntuhkan siap atau tidak? Ini masih akan dikaji lagi,” ujarnya.(ian/sjs)