Para penerima manffaat program PKH berfoto bersama pihak BNI dan pendamping dari Dinas Sosial saat penyerahan bantuan, kemarin. (*)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri ikut menyukseskan dan mendukung Program Bantuan Sosial (Bansos) PKH yang diinisiasi Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan, Selasa (14/8/2017).

 

Sebanyak 15.063 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di Tanjung Balai Karimun, Solok, Sungai penuh, Tanjung Pinang dan Dumai yang berada di bawah supervisi BNI Wilayah Padang, tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Sejahtera (PKH) Tahap I dan Tahap II di tahun 2017.

Irwansyah Kasuma Putera selaku Pemimpin Cabang Tanjung Balai Karimun (Tbk) untuk tahap I dan tahap II di tahun 2017 ini juga sangat mendukung program ini. BNI Tbk, areanya mendapatkan alokasi sebanyak 3.086 KPM penerima bantuan PKH tersebut.

Meski hari libur, bahkan para pegawai Cabang Tanjung Balai karimun harus melaksanakan pendistribusian kartu penerima, sehari dan dua hari sebelumnya (Sabtu dan Minggu, 12-13/8/2017). Dengan menggunakan transportasi kapal boat pancung dan sepeda motor ke pulau-pulau kecil di Kabupaten Karimun, bantuan akhirnya sampai juga ke tangan masyarakat yang berhak.

Penyaluran bantuan di Kabupaten Karimun tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Mei 2017 dan  dijadwalkan akan tersalurkan seluruhnya kepada para KPM pada Agustus ini.

Dalam rangka mensukseskan program tersebut, pegawai BNI yang ditugaskan dengan bantuan Dinas Sosial sebagai pendamping. Selain bantuan, masyarakat peserta PKH juga mendapatkan edukasi  terkait penggunaan dana bantuan tersebut.

Sejumlah dana bantuan dari pemerintah tersebut telah dimasukkan ke dalam rekening masing-masing KPM. Masyarakat penerima bantuan juga akan memperoleh buku tabungan disertai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga sekaligus berfungsi sebagai kartu debit.

Dengan mekanisme ini penyaluran Bansos diharapkan akan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien dengan memanfaatkan system perbankan yang terintegrasi. Dengan menggunakan KKS tersebut, masyarakat akan lebih fleksibel dalam melakukan pencairan bantuan melalui jaringan perbankan di ATM atau melalui mesin-mesin EDC yang tersedia di Agen46 yang merupakan kepanjangan tangan BNI.

Disamping itu para penerima bantuan diharapkan juga teredukasi untuk menabung dan menggunakan uang sesuai kebutuhan.

Penyaluran bantuan melalui program PKH ini selain bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan memutus mata rantainya. Tujuan lainnya juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga diharapkan dapat mengubah perilaku yang kurang mendukung terhadap peningkatan kesejahteraan dari kelompok masyarakat paling miskin. Untuk itu sinergi dengan pihak perbankan adalah langkah yang sangat tepat untuk mempercepat pelaksanaan penyaluran bantuan.

Pemimpin Wilayah BNI Sumbar, Riau dan Kepri Bapak Rahmad Hidayat dalam kesempatan terpisah menyampaikan BNI akan selalu berada di garda terdepan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Program-program pemerintah terutama yang terkait erat dengan jasa perbankan akan selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan. Bahkan dibeberapa titik penyaluran, kami menghadirkan Mobil BNI Layanan Gerak (BLG) yang ATM nya dapat digunakan untuk menarik dana dengan Kartu KKS.

Lebih lanjut, Bapak Rahmad Hidayat menyampaikan, dengan mekanisme penyaluran bantuan seperti ini, memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mencairkan seluruh dana atau menyimpan sebagian di rekening, sehingga angka literasi masyarakat terhadap perbankan juga dapat ditingkatkan.

Melalui system ini juga diharapkan pembayaran Bansos melalui kartu akan membuat masyarakat secara perlahan teredukasi bagaimana menggunakan atau melakukan transaksi tidak dengan uang tunai namun non tunai yang lebih aman, cepat dan ringkas. (*)