Sejumlah anggota Satpol PP Karimun sedang membongkar paksa lapak PK5, tadi siang. (ian)
Sejumlah anggota Satpol PP Karimun sedang membongkar paksa lapak PK5, tadi siang. (ian)

Karimun, Lendoot.com –  Jika ada sebagian masyarakat yang menilai tim  yang membongkar lapak pedagang kaki lima (PK5) di Jalan Haji Arab Puakang, Senin (27/3/2017) siang tadi, kejam, sepertinya harus membaca kabar ini.

Pasalnya, dari hasil penelusuran Lendoot.com dan dikuatkan dengan pernyataan tim pembongkaran, ditemukan fakta yang cukup mengejutkan. Apa itu?

Ternyata sebanyak 58 PK5 yang lapaknya dibongkar oleh Satpol PP dan tim lainnya di Haji Arab Puakang itu, adalah pedagang yang sudah memiliki lapak di Pasar Puan Maimun.

“Sebenarnya sebagian besar pedagang di Jalan Haji Arab itu juga punya lapak di Pasar Puan Maimun. Pagi dia dagang di Puan Maimun, siang dan sorenya dia gelar lapak PK5 itu di Haji Arab,” ujar seorang tim pendataan kepada lendoot.com, belum lama ini.

Lendoot.com juga pernah menjumpai beberapa pedagang yang paginya berdagang di Pasar Puan Maimun, sore harinya dijumpai sedang berdagang juga di lapak PK5 Haji Arab tersebut.

Sebenarnya, kata anggota tim yang tidak mau disebut nama itu, pedagang yang ingin berusaha tidak pernah ada larangan dari pemerintah. Malah, lanjutnya,  pemerintah memberikan dukungannya.

“Pemerintah tidak akan melarang masyarakatnya berusaha. Cuma tolong taati aturan itu. Janganlah berdagang di tempat yang bukan peruntukannya. Lokasi dagangnya membuat kawasan jadi kumuh dan tidak enak dipandang mata,” katanya.

Sebenarnya, kata seorang warga, keberadaan PK5 di Haji Arab cukup membantu warga yang tidak bisa berbelanja kebutuhan dapurnya di pagi hari karena bekerja. Untuk itu, warga berharap, Pasar Puan Maimun bisa beroperasi sampai sore hari.

“Berikan solusinya lah. Sore hari Pasar Puan Maimun itu kami harapkan tetap buka. Sebab kami tidak bisa belanja pagi, maka sore hari di pasar Haji Arab itu biasa kami belanja,” harap warga. (*)