GM PT Grace Rich Marine, Edy didampingi kuasa hukumnya menunjukkan perijinan PT Grace Rich Marine kepada wartawan saat press rilis di Hotel Holiday
GM PT Grace Rich Marine, Edy didampingi kuasa hukumnya menunjukkan perijinan PT Grace Rich Marine kepada wartawan saat press rilis di Hotel Holiday (ian)

Karimun, Lendoot.com – PT Grace Rich Marine memastikan bahwa segala perizinan terkait kegiatan reklamasi di Kabupaten Karimun lengkap. Hal tersebut disampaikan langsung oleh GM PT Grace Rich Marine bersama kuasa hukum PT Grace Rich Marine Orik Ardiansyah, untuk meluruskan sehingga tidak ada penafsiran berbeda di masyarakat

“Saya pastikan bahwa klien kami (PT GRM) memiliki izin lengkap,” kata Orik Ardiansyah sambil menunjukkan berbagai perizinan yang dimiliki kepada wartawan di Hotel Holiday, Minggu (27/5/2018) kemarin.

Orik menjelaskan, PT Grace Rich Merine yang bergerak di bidang galangan kapal di Bukit Tembak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun tersebut sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagaimana dimaksud Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, jo peraturan menteri kelauatan dan perikanan Republik Indonesia nomor 17/PERMEN-KP/2013 tentang Perizinan Reklamasi di wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil.

Beberapa perijinan seperti, surat keputusan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut, surat keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan keperluan administrasi perijinan lainnya yang diperlukan sebagai syarat sudah dimiliki.

Dia juga menambahkan, PT Grace Rich Marine berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mentaati, tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan daerah serta segala sesuatu yang berhubungan dengan investasi dibidang galangan kapal (shipyard) di Kabupaten Karimun.

“Intinya kami sangat mendukung penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) yang tentunya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” katanya

Terkait tidak hadirannya pihak PT Grace Rich Marine dalam hearing DPRD Kabupaten Karimun beberapa waktu yang lalu, Eddy C Lomawie mengatakan pada saat rapat hearing berlangsung dirinya sedang sakit. Namun ia mewakilkan Iwayan Saputra bagian operasional untuk menghadiri rapat tersebut

“Saat itu saya jatuh sakit ini ada bukti surat sakit saya. Nah saya mengutus pak Waiyan karena pak Juntak sakit juga di Batam. Menurut pak Waiyan ia sudah menghadiri rapat, namun tiba-tiba ada telefon dari keluarga menyampaikan bahwa orang tuanya sakit, kemudian beliau meninggalkan kantor DPRD setelah melakukan komunikasi. Jadi bukan tidak menghargai,” kata Edy. (ian)