efek ekstasi atau Inex

Ekstasi awalnya dibuat perusahaan Farmasi Merck pada tahun 1912, terdiri dari Methylenediozymethamphetamine (MDMA), obat psikoaktif yang memiliki zat stimulan yang sama dengan metamfetamin. Dalam bentuk aslinya, ia dikenal sebagai “MDMA”.Eksatasi digunakan di tahun 1953 oleh tentara Amerika Serikat dalam uji coba perang, dan muncul kembali di 1960-an sebagai obat psikoterapi.

Di Indonesia  ekstasi atau inex masuk ke dalam golongan zat psikotropika kelas pertama, memiliki efek candu atau ketergantungan sangat tinggi sehingga dilarang keras penggunaanya dalam pengobatan.

Seberapa buruk efek ekstasi pada tubuh kita?

Inilah Sembilan efek jangka panjang  yang ditimbulkan dari penggunaan ekstasi:

1Efek pada Jantung

Ekstasi memberikan efek negatif yang banyak pada jantung pengguna, diantaranya ialah takikardia, hipertensi, dan efek tidak langsung pada jantung yang disebabkan oleh penekanan terhadap rasa haus, nafsu makan, dan tidur. Efek akut bahkan dapat menyebabkan cardiotoxicity dan gagal jantung.

2Efek pada darah

Penggunaan eksatasi dapat menyebabkan tekanan darah menjadi sangat tinggi, serangan rasa panik, pingsan, dan dikasus yang ekstrim, dapat menyebabkan kejang dan pingsan. Ekstasi dapat menekan nafsu makan, yang berbahaya bagi penderita diabetes. Pengguna biasanya merasa tidak perlu untuk beristirahat, yang dapat menyebabkan gula darah rendah atau hipoglikemia.

3Efek pada hati dan paru-paru

Pengguna ekstasi akan mengalami kerusakan hati, ini disebabkan oleh menurunnya sistem kekebalan tubuh. Dibeberapa kasus dapat menyebabkan gagal pernapasan atau serangan asma pada saat melakukan kegiatan olahraga.

4Efek pada Otak

Efek eksatasi pada otak adalah menyebabkan kekurangan serotonin di otak, pembuluh transportasi yang membawa serotonin di dalam otak akan menjadi kecil (atrofi). Penelitian telah menunjukkan bahwa eksatasi dapat menyebabkan kerusakan otak, termasuk menyusutnya volume otak, dan penurunan volume hippocampus. hippocampus (bagian otak besar) menjadi bengkak dan berhenti berkembang dan mengakibatkan penurunan daya ingat juga menyebabkan Alzheimer, dan ini bersifat permanen.

5Efek pada Hidung, dan Mulut

Mengendus ekstasi akan menyebabkan luka bakar kimia di hidung dan mulut. Hidung Anda akan menjadi lunak diakibatkan melemahnya tulang rawan pada hidung. Mimisan adalah efek lain yang umum terjadi pada pengguna eksatasi.

6Efek pada Kesehatan Seksual

Penggunaan ekstasi akan menyebabkan masalah serius pada perempuan. Perempuan pengguna eksatasi mungkin mengalami ketidakteraturan menstruasi, peningkatan nyeri haid, mengurangi cadangan ovarium, dan disfungsi ovulasi. Pada pria Penggunaan ekstasi menimbulkan efek menakutkan bagi kesuburan pria, pengguna laki-laki akan mengalami miskin sperma akibat menurunnya produksi sperma, mengurangi libido, dan bentuk sperma yang tidak normal.

7Efek pada Kehamilan

Menggunakan Ekstasi saat hamil memungkinkan obat untuk masuk ke dalam aliran darah dan menuju ke janin yang sedang berkembang. Bukti ilmiah dari kedua tes manusia dan hewan menunjukkan bahwa mengekspos janin untuk Ecstasy menyebabkan banyak masalah, termasuk perubahan perkembangan otak pada trimester pertama, perubahan perilaku janin, dan menunda fungsi motorik normal pada tahap pertengahan dan akhir kehamilan.

8Efek Kesehatan Mental

Efek jangka panjang lebih dari eksatasi adalah kerusakan emosional dan psikologis, seperti reaksi emosional yang kuat, kecemasan yang sangat berlebihan, depresi, dan paranoia. Pengguna juga akan mengalami gangguan tidur dan insomnia, berpikir tidak teratur, delusi, dan serangan panik.

9Efek Kematian

Efek terakhir yang fatal ialah kematian secara mendadak. mereka yang menggunakan ekstasi akan mengalami kenaikan suhu tubuh yang tinggi, bisa mencapai 40 derajat celcius, membuat otak menjadi setengah sadar bahkan sampai tidak sadar. Kondisi ini membuat pengguna susah membedakan mana yang realita dan mana yang tidak. Pengguna jadi lebih sering melihat sesuatu yang tidak masuk akal. Pikirannya yang seperti ini membuat pengguna jadi berani melakukan hal-hal apa saja yang diinginkannya, seperti menyakiti diri  sendiri, bunuh diri,  dan yang paling sering terjadi adalah lompat dari tempat tinggi.